Hadiri Festival Pecunan 2026 Majalengka, Iing Misbahuddin Apresiasi dan Dorong Solusi Penanganan Sampah Sungai
MAJALENGKA — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, Iing Misbahuddin, menghadiri gelaran Festival Pecunan 2026 bertema "Rawat Ruwat Aliran Air". Kehadiran legislator yang dikenal peduli pada isu lingkungan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penanganan sampah dan pelestarian ekosistem perairan di Majalengka.
Dalam acara yang juga dihadiri Anggota DPR RI Komisi XII H. Ateng Sutisna, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, serta Bupati Majalengka. Iing menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab permasalahan sampah di kawasan irigasi secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk langkah nyata penanganan sampah yang kerap menyumbat alur irigasi, agenda utama festival ini diisi dengan peresmian dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Fasilitas Pengolahan Sampah Water Protecting System (WPS) Rentang.
Fasilitas ini dibangun melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Nippon Koei Project Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP) untuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Rentang, dengan pengelolaan operasional yang dipercayakan kepada komunitas lingkungan Hujan Keruh.
Iing Misbahuddin menilai keberadaan fasilitas modern berkapasitas 50 ton per hari ini sebagai terobosan vital yang memberikan solusi langsung bagi masyarakat dan sektor pertanian.
"Masalah sampah di saluran irigasi bukan hanya isu kebersihan, tapi menyangkut hajat hidup petani. Kehadiran fasilitas pengolahan sampah ini adalah solusi konkret. Komisi III DPRD Majalengka sangat mengapresiasi dan mendukung penuh langkah ini agar saluran irigasi Cimanuk dan Sindupraja bebas dari pendangkalan dan pencemaran," tegas Iing Misbahuddin.
Sebagai legislator yang mengawal bidang pembangunan dan lingkungan, Iing Misbahuddin turut menandatangani Ikrar Bersama mendukung gerakan "Ayo Muliakan Sungai" bersama jajaran pejabat pusat, daerah, dan elemen masyarakat.
Gerakan ini diharapkan dapat mengedukasi warga di sepanjang Kecamatan Jatitujuh, Ligung, hingga Kertajati agar aktif menjaga kebersihan aliran sungai dan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke perairan.
Rangkaian acara Festival Pecunan 2026 yang berlangsung meriah ini diawali dengan pentas seni budaya dan lomba balap perahu tradisional Pecunan, serta ditutup secara resmi melalui penampilan Rampak Tari Belentung, karnaval air, dan closing ceremony. (MF)


Komentar
Posting Komentar