Langsung ke konten utama

Perkuat Ketahanan Pangan, BPPN PKS Jawa Barat Gelar TFT Duta Tani di Majalengka

 


MAJALENGKA – Bertempat di Saung Panganteur Kahayang H. Ateng, Desa Salagedang, Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) PKS Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik bertajuk Training for Trainer (TFT) Duta Tani, Sabtu (9/5).

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh peserta dari delapan kabupaten/kota, meliputi Duta Tani DPD PKS dari Majalengka, Sumedang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, Purwakarta, hingga Karawang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan, Anggota DPR-RI Komisi XII Ir. H. Ateng Sutisna, Ketua BPPN PKS Jawa Barat Budiwanto, Ketua DPD PKS Majalengka sekaligus Wakil Ketua I DPRD Majalengka Deden Hardian Narayanto, Sekretaris DPD PKS Majalengka Abid Ubaidillah, serta Kabid BPPN PKS Majalengka Muhammad Rifa’i.

Dalam arahannya, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan, menekankan pentingnya tiga pilar ketahanan dalam menghadapi kondisi global yang tidak menentu.

"Kita harus melangkah untuk mewujudkan ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan ketahanan energi. Apapun kondisi di luar sana, kita harus bisa bertahan dengan kekuatan sendiri. Teruslah menyebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat," pesan Abah Iwan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua BPPN PKS Jawa Barat, Budiwanto, menjelaskan bahwa TFT ini merupakan angkatan ke-4 yang bertujuan mencetak penyuluh andal.

"Target kita adalah melatih para penyuluh agar nantinya mereka bisa mengedukasi kader, struktur, hingga masyarakat umum. Mulai dari pemahaman pertanian dasar, penyemaian, penyiapan lahan, hingga pengelolaan panen, termasuk di sektor peternakan dan perikanan. Harapannya, keluarga di Jawa Barat memiliki kemandirian pangan dari rumah masing-masing," jelasnya.

Ketua DPD PKS Majalengka, Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan), mengapresiasi antusiasme para peserta. Ia menyebut gerakan ketahanan pangan PKS bermula dari kapasitas individu kader di lingkungan rumahnya.

"Sesuai amanat Ketua DPW, kader harus mampu memanfaatkan lingkungan sekitar untuk ketahanan pangan keluarga. Semoga para lulusan TFT ini menjadi motivator bagi yang lain, tidak hanya di bidang pangan, tapi juga merambah ke ketahanan ekonomi dan energi," ujar Kang Dehan.

Menutup rangkaian pernyataan, Kabid BPPN PKS Majalengka, Muhammad Rifa’i, menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil pelatihan ini di tingkat lokal. Ia berharap para Duta Tani yang telah dilatih dapat segera terjun ke masyarakat.

"Setelah mendapatkan pelatihan ini, harapan besar kami adalah mereka menjadi penyuluh dan motivator bagi warga lainnya. Kita harus bisa memanfaatkan potensi alam dan lingkungan sekitar agar mandiri secara pangan, ekonomi, dan energi. Itulah kunci kemandirian kita sesungguhnya," pungkas Rifa'i.

Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi teknis mengenai strategi penyuluhan pertanian di masing-masing daerah. (MF)

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...