Solusi Konkret Atasi Pengangguran: PKS Majalengka Dorong Masyarakat Manfaatkan Pelatihan "Jabar Siap Kerja"
MAJALENGKA – Masalah ketenagakerjaan dan ketersediaan lapangan kerja masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat. Menjawab persoalan tersebut, PKS Kabupaten Majalengka mendorong langkah konkret peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan "Jabar Siap Kerja".
Program ini disosialisasikan dalam kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) yang diinisiasi oleh Bidang BP3 DPD PKS Majalengka di bawah kepemimpinan Dede Koswara, Sabtu (8/8/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD PKS sekaligus Wakil Ketua I DPRD Majalengka, Kang Dehan, serta Ketua Komisi III, H. Iing Misbahuddin.
Dalam arahannya, Kang Dehan menegaskan bahwa status PKS sebagai partai politik terbesar kedua di Majalengka merupakan amanah besar untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya di sektor penguatan ekonomi keluarga.
"Amanah ini harus kita optimalkan dengan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat Majalengka. Penguatan tersebut mencakup ketahanan ekonomi, kebugaran jasmani, kekuatan rohani, dan soliditas kebersamaan (Jamaah). Salah satu wujud nyatanya adalah mendorong kader dan warga untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pelatihan kerja," ujar Kang Dehan.
Kang Dehan secara khusus mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya di Majalengka, untuk memanfaatkan pelatihan "Jabar Siap Kerja". Pelatihan intensif ini berlangsung penuh selama lima hari dan ditujukan bagi siapa saja yang memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan keahlian kerja.
Peluang ini tidak terbatas bagi internal partai, melainkan terbuka untuk umum. Masyarakat yang berminat dapat langsung mendaftarkan diri atau mengakses informasi melalui Bidang Ketenagakerjaan DPD PKS Majalengka.
Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin. Menurutnya, kesiapan kompetensi merupakan kunci utama dalam mengatasi angka pengangguran di daerah.
"Peluang peningkatan keterampilan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya guna menekan angka pengangguran. Syarat utamanya adalah kemauan belajar dan berkembang. Keterampilan yang diperoleh nantinya harus siap diterapkan, baik untuk memasuki dunia kerja profesional maupun merintis wirausaha mandiri yang dapat membuka lapangan kerja baru secara berkesinambungan," tegas H. Iing.
Melalui program peningkatan keterampilan ini, masyarakat diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi sehingga mampu terserap di dunia industri maupun menciptakan ekosistem usaha mandiri di Kabupaten Majalengka. (MF)



Komentar
Posting Komentar