Langsung ke konten utama

Evaluasi Dana BOS di SMPN 2 Jatiwangi, Bunda Dhora Tegaskan Pentingnya Penguatan SDM Sekolah

MAJALENGKA — Komitmen Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka dalam mengawal kualitas pendidikan terus dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan. Pada Rabu (19/8/2026) pukul 11.00 WIB, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Majalengka, Dhora Darojatin, bersama anggota komisi IV melakukan kunjungan lapangan ke SMPN 2 Jatiwangi untuk mengevaluasi tata kelola dan pengolahan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Langkah proaktif ini dilakukan untuk memastikan bahwa alokasi dana pendidikan tidak hanya tepat sasaran secara administratif, tetapi juga benar-benar berdampak positif terhadap iklim belajar-mengajar di sekolah. 


Dalam peninjauan tersebut, Dhora bersama anggota Komisi IV dan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menyerap berbagai aspirasi serta menginventarisasi sejumlah persoalan krusial diantara beberapa temuannya:

  1. Beban Ganda Guru (Double Job): Mayoritas sekolah belum memiliki operator atau bendahara khusus BOS, sehingga guru pengajar terpaksa merangkap jabatan sebagai pengelola keuangan. 
  2. Dinamika Regulasi dan Sistem Digital: Perubahan aturan atau regulasi baru mengenai Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) kerap terlambat sampai ke daerah, memicu kendala penginputan data meski sistem telah dijalankan. 
  3. Rotasi SDM Terampil: Petugas atau guru yang telah menguasai sistem administrasi sering kali harus berpindah tugas, sehingga proses adaptasi sistem harus dimulai kembali dari nol. 

Melihat kondisi tersebut, Dhora menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya dengan penyesuaian teknis, melainkan harus menyasar akar persoalan, yaitu keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

 "Kunjungan evaluasi ini memberikan kita gambaran riil di lapangan. Persoalan utama yang kita temukan adalah beban ganda para guru. Di satu sisi mereka memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk mengajar, di sisi lain dituntut menguasai tata kelola administrasi dana BOS yang kompleks. Kita tidak bisa biarkan kondisi ini terus berlarut karena berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran," ujar Dhora.  

Terkait kendala aplikasi dan regulasi digital, sosok legislator PKS yang dikenal responsif terhadap isu-isu sosial dan pendidikan ini langsung mendorong langkah cepat dari dinas terkait.

 "Masalahnya bukan pada ketidakmampuan belajar, melainkan dinamika aturan yang sering terlambat sampai ke tingkat sekolah. Kami sudah menegaskan kepada Dinas Pendidikan agar setiap pembaruan informasi dan regulasi SIPLah segera disalurkan tanpa penundaan. Kami mengapresiasi komitmen Dinas Pendidikan yang akan melakukan pendampingan langsung serta pelatihan berkala," tambahnya.

Lebih lanjut, Dhora menekankan bahwa solusi jangka panjang terletak pada penambahan tenaga teknis khusus di sekolah agar guru dapat fokus sepenuhnya pada fungsi instruksional. 

 "Solusi jangka panjangnya jelas, guru harus dikembalikan ke fungsi utamanya mendidik. Ke depan, penguatan tenaga operasional dan bendahara khusus di sekolah harus diprioritaskan, salah satunya melalui alokasi formasi PPPK maupun tenaga paruh waktu. Ini menjadi PR bersama demi terciptanya tata kelola pendidikan Majalengka yang efisien, transparan, dan tepat sasaran," pungkasnya.

Kiprah dan pengawasan intensif yang ditunjukkan Dhora Darojatin ini mempertegas peran DPRD Majalengka sebagai jembatan aspirasi masyarakat sekaligus mitra kritis pemerintah daerah dalam mewujudkan reformasi tata kelola pendidikan yang lebih humanis dan akuntabel. (MF)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Perkuat Ketahanan Pangan, BPPN PKS Jawa Barat Gelar TFT Duta Tani di Majalengka

  MAJALENGKA – Bertempat di Saung Panganteur Kahayang H. Ateng, Desa Salagedang, Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) PKS Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik bertajuk Training for Trainer (TFT) Duta Tani, Sabtu (9/5). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh peserta dari delapan kabupaten/kota, meliputi Duta Tani DPD PKS dari Majalengka, Sumedang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, Purwakarta, hingga Karawang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan, Anggota DPR-RI Komisi XII Ir. H. Ateng Sutisna, Ketua BPPN PKS Jawa Barat Budiwanto, Ketua DPD PKS Majalengka sekaligus Wakil Ketua I DPRD Majalengka Deden Hardian Narayanto, Sekretaris DPD PKS Majalengka Abid Ubaidillah, serta Kabid BPPN PKS Majalengka Muhammad Rifa’i. Dalam arahannya, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan , menekankan pentingnya tiga pilar ketahanan dalam menghadapi kondisi global yang tidak menentu. "Kita harus...