MAJALENGKA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Majalengka sukses menggelar kegiatan Kembara (Kemah Bela Negara) dan Latansa (Latihan Perempuan Siaga) 2026. Bertempat di Bumi Perkemahan (Buper) Sindangkasih yang asri, kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta pilihan dari seluruh penjuru Kabupaten Majalengka.
Acara tahunan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD PKS Majalengka, Deden Hardian Narayanto, S.T. (Kang Dehan), jajaran Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Roni Setiawan dan Budiman Al Iman, Ketua Bidang Kaderisasi Andi Krisnandika, serta Anggota DPR-RI dari Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna.
Dalam sambutan pembukaannya, Kang Dehan menekankan bahwa esensi dari Kembara dan Latansa adalah menanamkan jiwa bela negara yang kokoh di dalam diri setiap kader. Menurutnya, kepentingan bangsa dan negara berada jauh di atas kepentingan golongan maupun pribadi.
"Kita tidak bisa melayani masyarakat tanpa persiapan yang matang. Yang harus kita siapkan pertama kali adalah diri kita sendiri. Melalui agenda ini, kita ingin memastikan seluruh kader lebih siap dan lebih siaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kang Dehan dengan penuh semangat.
Seluruh peserta yang hadir merupakan kader yang telah memenuhi syarat dan menyelesaikan jenjang pendidikan keanggotaan di partai, sehingga kegiatan ini menjadi sarana penempaan tingkat lanjut.
Selama berada di Buper Sindangkasih, 130 peserta disuguhkan dengan berbagai rangkaian materi yang komprehensif untuk meningkatkan kebugaran, keterampilan, serta semangat juang yang selaras dengan nilai-nilai universalitas Islam.
Berikut adalah ragam kegiatan yang wajib dilalui oleh para peserta:
Wawasan & Kepemimpinan: Wawasan Bela Negara, Kepemimpinan (Leadership), dan Peningkatan Spiritual.
Ketangkasan Fisik: Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Outbound, dan Hiking.
Kesiapsiagaan: First Aid (Pertolongan Pertama), Penanggulangan Kebencanaan, dan simulasi Solo Bee Park.
Melalui gemblengan intensif ini, DPD PKS Majalengka berharap alumni Kembara dan Latansa 2026 tidak hanya kuat secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Di akhir kegiatan, panitia menegaskan bahwa output utama dari acara ini adalah melahirkan kader-kader pelopor yang siap diterjunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat. Dengan bekal ketangkasan dan kepedulian yang telah diasah, mereka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membantu warga, baik dalam situasi sehari-hari maupun saat terjadi kondisi darurat dan bencana di Kabupaten Majalengka. (MF)




Komentar
Posting Komentar