Sederhana tapi Menguatkan: Ikhtiar Hj. Yayah Qomariah Berbagi Semangat dengan Pedagang Kaki Lima di Panjalin Kidul
SUMBERJAYA – Di tengah teriknya matahari dan hiruk-pikuk suasana istirahat sekolah, sebuah pemandangan menyejukkan terlihat di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya. Hj. Yayah Qomariah, Anggota Komisi I DPRD Dapil 3 Majalengka, tampak bercengkerama akrab dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di sekitar sekolah tersebut.
Bukan sekadar sapaan biasa, kehadiran beliau kali ini adalah untuk berbagi sedikit rezeki berupa stimulus dana dan paket sembako. Kegiatan yang biasanya dilakukan secara diam-diam tanpa dokumentasi ini, sengaja dibagikan dengan satu tujuan mulia: mengingatkan bahwa berbagi bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus menunggu kaya raya.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan beliau yang juga sebagai seorang ibu rumah tangga yang merasakan langsung dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok. Ibu Hj. Yayah menyoroti hal-hal kecil yang luput dari perhatian, namun berdampak besar bagi para pedagang kecil.
"Sekarang apa-apa serba mahal. Bahkan plastik kresek pun harganya naik, sampai ada toko sembako yang harus membebankan biaya plastik kepada pembeli. Bagi pedagang kecil, ini pilihan sulit. Mau naikkan harga dagangan takut pelanggan kabur, tapi kalau tidak naik, keuntungan mereka habis tergerus biaya operasional," ungkap beliau.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi "napas tambahan" bagi para pedagang agar tetap semangat mencari nafkah di tengah daya beli masyarakat yang sedang fluktuatif.
Dalam momen berbagi tersebut, Hj. Yayah Qomariah juga menyelipkan pesan moral yang menyentuh hati. Beliau mengingatkan para pedagang untuk tetap menjaga rasa syukur dalam kondisi apa pun.
Menurutnya, membatasi definisi rezeki hanya pada uang akan membuat hidup terasa sempit. Beliau menekankan beberapa poin penting mengenai hakikat rezeki seperti: 1) Kesehatan, nikmat badan yang sehat adalah modal utama untuk bekerja ; 2) Keimanan, ketenangan hati dalam menjalani ujian hidup ; dan 3) Kebersamaan, bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat dan harmonis.
"Apapun yang didapat hari ini, syukuri. Rezeki itu luas, tidak melulu soal uang. Selama kita masih diberi kesehatan dan iman, itu adalah rezeki besar yang harus kita jaga," pesannya kepada para pedagang.
Aksi Ibu Hj. Yayah ini menjadi pengingat bagi warga desa lainnya bahwa untuk menjadi tangan di atas, kita tidak perlu menunggu mapan atau sukses terlebih dahulu. Kebaikan bisa dimulai dari apa yang kita miliki saat ini, sekecil apapun itu, selama dilakukan dengan niat tulus untuk saling menguatkan sesama tetangga dan warga.
Melalui langkah sederhana di Panjalin Kidul ini, terpancar pesan kuat: Kedermawanan adalah tentang kepedulian, bukan tentang kemewahan.



Komentar
Posting Komentar