Langsung ke konten utama

Kawal Anggaran BIJB untuk RSUD Talaga, Nono Suharno Ma'arif: Warga Majalengka Selatan Tak Boleh Berobat Jauh ke Luar Kota!

 

MAJALENGKA – Perjuangan untuk menghadirkan layanan kesehatan yang setara dan berkualitas bagi masyarakat di wilayah selatan Majalengka terus disuarakan secara lantang oleh Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS, Drs. H. Nono Suharno Ma'arif, M.Si. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen RSUD Talaga yang digelar Selasa (14/4/2026), legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 ini menegaskan komitmennya untuk memastikan RSUD Talaga bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pelayanan medis yang mumpuni dan memudahkan rakyat.

 

Bersama rekan-rekan di Komisi IV DPRD Majalengka 
telah menyelesaikan Rapat Dengar Pendapat (RDP) 
dengan manajemen RSUD Talaga (Selasa 14/4/26).

H. Nono menyoroti tiga poin krusial yang menjadi harapan besar warga di wilayah Kecamatan Talaga dan sekitarnya:

1. Administrasi BPJS Harus Cepat dan Tanpa Hambat

H. Nono menegaskan bahwa kendala administrasi seringkali menjadi tembok penghalang bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan perawatan. Ia mendorong manajemen RSUD Talaga untuk melakukan percepatan sistem agar layanan BPJS dapat dinikmati warga secara penuh.

"Warga tidak boleh terhambat oleh masalah administrasi. Sakit itu tidak bisa menunggu birokrasi yang berbelit. Pelayanan BPJS harus cepat, tepat, dan manusiawi," tegas Nono.

2. Peningkatan Alkes: Stop Pasien Lari ke Kuningan

Salah satu isu yang dibawa dalam rapat tersebut adalah kelengkapan alat kesehatan (alkes). H. Nono tidak ingin lagi mendengar warga Majalengka Selatan harus menempuh jarak jauh ke kabupaten tetangga, seperti Kuningan, hanya untuk mendapatkan layanan medis tertentu. "Kita dorong pengadaan alkes yang lebih lengkap. Tujuannya jelas, agar warga di selatan Majalengka memperoleh pelayanan medis memadai di daerahnya sendiri tanpa harus membuang waktu dan biaya ke luar kota," tambahnya.

3. Ketersediaan Dokter Spesialis

Kualitas sebuah rumah sakit sangat bergantung pada sumber daya manusianya. Oleh karena itu, H. Nono meminta pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis di RSUD Talaga segera diprioritaskan agar kualitas layanannya setara dengan rumah sakit besar lainnya di Jawa Barat.

Langkah konkret yang paling krusial dalam pertemuan tersebut adalah ketegasan H. Nono terkait pendanaan. Selaku anggota yang terlibat aktif dalam Pansus Pencabutan Dana Cadangan BIJB, ia memperjuangkan agar sebagian dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan RSUD Talaga.

Ia pun memberikan peringatan (warning) kepada Direktur RSUD Talaga agar proaktif menjemput bola. "Saya ingatkan Direktur RSUD Talaga untuk berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Daerah. Pastikan anggaran dari dana cadangan BIJB ini terealisasi tepat sasaran untuk kebutuhan rakyat di sektor kesehatan," jelas legislator PKS tersebut.

H. Nono menutup penyampaiannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mengawasi perkembangan rumah sakit ini. Ia berharap RSUD Talaga segera bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan kebanggaan masyarakat Majalengka. (MF)

 

Komentar

  1. Alhamdulillah saya sebagai warga majalengka , dari kecamatan lemah sugih desa lemah sugih sangat setuju dan meng apreasi apa yang bapak dewan, Drs H nono suharno ma'arif M, SI.semoga majalengka langkung sae, dan RSUD TALAGA cepat di buka dan pasilitas yang memuaskan masarakat..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...