Langsung ke konten utama

Fraksi PKS Majalengka Beri Catatan Kritis LKPJ 2025: Soroti Kemiskinan Ekstrem hingga Pemerataan Ekonomi

 

H. Nono S. Ma'arif menyampaikan
Pandangan Fraksi PKS terhadap LKPJ TA 2025
Kabupaten Majalengka 

MAJALENGKA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian pendapat fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Rabu (1/4/2026).

Kang Dehan Pimpin Rapat Penyampaian
LKPJ Kepala / Wakil Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 

Rapat yang berlangsung di Gedung Bhineka Yudha Sawala ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Majalengka, Kang Deden Hardian Narayanto, yang juga merupakan kader unggulan dari Fraksi PKS. Dalam sidang tersebut, pandangan umum Fraksi PKS dibacakan secara lugas oleh Drs. H. Nono Suharno Ma'arif, M.Si.

Dalam pembukaannya, H. Nono menegaskan bahwa Fraksi PKS berdiri secara mandiri tanpa bergabung dengan gabungan fraksi manapun. Hal ini dilakukan demi menjaga fungsi check and balances agar suara rakyat tersampaikan secara utuh.

PKS juga memberikan apresiasi tinggi atas capaian Pemerintah Kabupaten Majalengka yang berhasil menyabet 18 penghargaan sepanjang tahun 2025. "Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae," ujar H. Nono.

Meski pertumbuhan ekonomi Majalengka melonjak drastis hingga 6,86% (tertinggi kedua di Jawa Barat), Fraksi PKS memberikan catatan kritis terkait angka kemiskinan. Data menunjukkan penduduk miskin masih berada di angka 10,31%, di atas target RPJMD.

"Kesenjangan antara tingginya pertumbuhan ekonomi dengan lambatnya penurunan kemiskinan mencerminkan masalah struktural. Hasil pertumbuhan belum menyentuh kelompok bawah secara maksimal," tegas H. Nono.

PKS mendesak pemerintah melakukan pemetaan kantong kemiskinan berbasis data terbaru dan merancang program intervensi yang menyasar akar masalah, bukan sekadar distribusi bantuan sosial.

Di sektor pendidikan, PKS mengapresiasi Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) yang mencapai 7,81 tahun. Namun, angka ini secara faktual menunjukkan penduduk Majalengka rata-rata baru mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SMP.

"Ini masih di bawah standar Wajib Belajar 9 Tahun. Kami mendorong penguatan Program Paket A, B, dan C, serta penyederhanaan izin pusat kegiatan belajar bagi masyarakat," tambahnya.

Terkait infrastruktur, PKS mendorong percepatan perbaikan jalan di pelosok desa (Jalan Mantap) guna menekan biaya logistik pangan. Sementara di sektor lingkungan, meski Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai capaian fantastis 111,62%, PKS mengingatkan agar pemerintah tidak "ternina-bobokan".

"Masalah sampah adalah ancaman nyata. Keberhasilan fisik harus dibarengi sistem pengolahan sampah yang baik dan akses air bersih, terutama di wilayah Majalengka bagian selatan," jelasnya.

Menutup penyampaiannya, Fraksi PKS menyatakan komitmennya untuk mengawal visi "Majalengka Langkung Sae" melalui strategi Genep Guyub Gawe Sauyunan.

Pimpinan sidang, Kang Dehan, menyambut baik masukan konstruktif tersebut sebagai bahan evaluasi penting bagi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik di tahun berjalan. (MF)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...

Viral Ribuan Motor Listrik SPPG, Dhora Darojatin: Dukung Program Makan Bergizi, Tapi Utamakan Kualitas Layanan Bukan Fasilitas!

  Dhora Darojatin: Dukung Program MBG, Tapi  Pastikan Layanan Sampai ke Rakyat  Sebelum Bicara Fasilitas   MAJALENGKA – Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin , memberikan kritik terkait pengadaan ribuan sepeda motor listrik (molis) untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat. Dhora menilai, di tengah semangat efisiensi anggaran, pengadaan kendaraan mewah tersebut melukai rasa keadilan masyarakat. Dhora menegaskan bahwa pemerintah seharusnya memiliki kepekaan terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, alokasi anggaran yang fantastis untuk motor listrik tersebut akan jauh lebih bermanfaat jika dialihkan ke sektor pelayanan dasar yang menyentuh rakyat kecil. "Secara prinsip, kita mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis ini karena dampaknya baik bagi generasi mendatang. Namun, saat ini kondisi sedang tidak baik-baik saja. Daripada untuk motor listrik yang sifa...