Langsung ke konten utama

#Banjir, Bantulah Sesama Tanpa Perlu Bertanya, "Kalian Dulu Pilih Siapa?"


Setelah Kalimantan Selatan yang mengalami banjir besar di Bulan Januari 2021 lalu, masuk ke pekan kedua bulan Februari ini banjir besar terjadi di beberapa wilayah Pulau Jawa.

Beberapa titik di Jawa Tengah mengalami banjir yang cukup parah. Wonogiri, Kudus, Pekalongan, Demak, Jepara, Semarang dan kabupaten serta kota yang lainnya.

Alhamdulillah ternyata Relawan PKS di Jawa Tengah telah banyak bergerak.

Dari pantauan Relawan Literasi PKS di media sosial, kader-kader PKS di Jawa Tengah telah melakukan banyak hal untuk meringankan derita warga masyarakat yang terkena bencana banjir.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Haris menjelaskan bahwa sampai dengan minggu siang tak kurang 1500 relawan turun di bencana yang terjadi di Wonogiri, kudus, Pekalongan, Kab Pekalongan, Demak, Jepara, Pati, Klaten, kendal, Batang, serta Kota Semarang. Sebagian besar kecamatan terdampak membuat dapur umum untuk mencukupi kebutuhan nasi bungkus untuk makan masyarakat terdampak.

"Selain peralatan seperti Perahu rakit, perahu karet, mobil komando, Ambulance, dan genset, kurang lebih 7500 relawan terkoordinasi siaga untuk kejadian terburuk. Kemarin juga Anggota Dewan dari PKS potong gaji untuk bantu bencana dan terkumpul 120 juta. Kita berharap semua mandali, dan segera surut. Saat ini kami fokus untuk membantu masyarakt bertahan dengan menyediakan logistik," ungkapnya, Ahad (7/2/2021) kemarin.

Informasi dari Komandan Relawan PKS Jateng Endyanto bahwa fokus penanganan berada di Kota Semarang. Karena menurutnya cakupan wilayah yang luas dan jumlah penduduknya yang padat.

Mulai dari barat sampai timur Semarang terendam air. Dikabarkan pula Semarang dataran tinggi di Lempongsari Gajahmungkur ada titik longsor. Belum lagi potensi longsor di Gunungpati dan Mijen.


Alhamdulillah!

Meski PKS baru menduduki urutan ke enam dalam Pemilu legislatif tahun 2019 lalu dengan perolehan lima kursi DPR RI, namun hal itu tidak menyurutkan semangat kader-kader disana untuk terus berkhidmat. Bantulah Sesama Tanpa Perlu Bertanya, "Kalian Dulu Pilih Siapa?"

Selamat berkhidmat untuk rakyat teman-teman di Jateng! 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...