Langsung ke konten utama

Momentum #hardiknas untuk Guru dan Tenaga Kependidikan by @alimoelsoekarno

Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga diberi keberkahan untuk para Guru #hardiknas

1. Guru, dulu kata-katanya begitu sakral. “Digugu lan ditiru” kata org Jawa #hardiknas 

2. Guru, semua mengakui bhw menjadi Guru adl mulia #hardiknas 

3. Katanya yg melahirkan mentri, bahkan presiden itu Guru #hardiknas 

4. Nyatanya mereka para Guru sering terlupa jasanya #hardiknas 

5. Pekerjaan mulia yang mendapat imbalan tak seberapa #hardiknas 

6. Banyak diantara mereka, bekerja “nyambi” ada yg dagang, tukang ojeg bahkan memulung #hardiknas 

7. Sementara murid2nya semakin maju berkarya untuk bangsa #hardiknas 

8. Hidup Guru tak lebih dari sejahtera, insha-Allah mereka tetap bersyukur #hardiknas 

9. Bersyukur bahwa masih ada tekad memajukan anak bangsa #hardiknas 

10. Krn Guru ketika dikelas, sedang berhadapan dengan para pemimpin masa depan #hardiknas 

11. Saat hiruk pikuk Buruh kemarin menuntut kenaikan honor, saat ini ada Guru yg msh digaji 150ribu #hardiknas

12. Berharap pemerintah perhatikan ini? Sulit krn saat ini yg diutamakan adl kontes dan panggung pencitraan #hardiknas

13. Jgn pernah berharap ada perbaikan kesejahteraan Guru selama tak ada keadilan dlm pendidikan #hardiknas 

14. Jgn lupa selain Guru juga ada Tenaga Kependidikan yg fungsinya tak kalah penting, tanpanya siapa yg urus adm dan kepustakaan? #hardiknas 

15. Saat pengangkatan Guru honorer yg konon banyak kecurangan itu, sedikit sekali Tenaga Kependidikan yg terjaring #hardiknas 

16. Mafhum Bpk yg diatas hanya perintahkan angkat Guru saja, walau itu membabi buta tak tepat sasaran #hardiknas 

17. Masih maukah kita percaya APBN untuk Pendidikan itu 20% ? #hardiknas 

18. Ataukah sudah ada tapi tak bisa diakses karena sudah masuk kantong “yang berwenang” ? #hardiknas 

19. Hari ini Guru dan Tenaga Kependidikan masih menangis atas kezaliman penguasa #hardiknas 

20. Hati iba, tak kuasa merengkuh mereka... hanya do’a kita saja agar mereka segera terlepas dari belenggu itu #hardiknas 

21. Dan tak lupa... Selamat Hari Pendidikan Nasional, semoga masa depan lebih baik #hardiknas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...