Langsung ke konten utama

Menteri Suswono Nekad Panjat Pohon Duku

LABUHA - Ada yang menarik dari kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Suswono, ke perkebunan buah Duku di Desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, belum lama ini.

Menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membut kaget masyarakat setempat dengan aksi nekadnya  memanjat pohon duku.


Tidak tanggung-tanggung, sang menteri memetik buah duku lalu menyerahkan kepada Bupati Muhammad Kasuba dan para muspida yang berada di bawah pohon. Berselang beberapa menit kemudian Menteri Suswono, turun dari atas pohon kemudian menyambangi pemilik tanaman duku La Idu, dan para kelompok tani.

 

Dalam kesempatan itu Menteri Suswono, menyampaikan rasa terimaksih kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Halsel, yang memberikan kesempatan dirinya melihat langsung dari dekat pohon Duku Bacan. Ia, mengaku Duku Bacan memiliki cita rasa dan kualiatas berbeda dengan buah Duku lain di Indonesia. “Saya sudah makan Duku Bacan, dan rasanya sangat beda dengan buah Duku di daerah lain di Indonesia. Karena itu saya tertarik untuk melihat langsung dari dekat tanaman duku Bacan,” ungkap Suswono, di hadapan ratusan warga Desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, Selasa (6/5).
 

Menurut  Suswono, perbedaan Duku Bacan dengan Duku Palembang Sumatera Selatan, letaknya pada kualitas. Duku Bacan memiliki kulit cukup tebal sehingga bisa bertahan lebih lama, dibandingkan duku Palembang. 
 
Begitu juga cita rasa jauh lebih manis ketimbang duku pada umumnya di Indonesia. Sementara itu Kepala Desa (Kades) Amasing Kali, Lamakmur Ode Ramida, memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian yang berkesempatan hadir melihat langsung buah Duku Bacan.


“Ini momen paling bersejarah bagi masyarakat Amasing Kali, karena selama desa itu berdiri belum pernah ada menteri yang datang. Namun, dengan potensi buah Duku yang dimiliki Desa Amasing kali akhirnya dikenal. Ia berharap dijadikannya Duku Bacan sebagai icon  daerah dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” harapnya.


Di akhir pertemuan Menteri Pertanian Suswono, memberikan bantuan uang tunai dalam bentuk tabanas kepada para kelompok tani Duku Bacan, senilai Rp 3,5 miliar. Disamping itu Menteri, juga berjanji akan memberikan bantuan dalam bentuk yang lain setelah kembali ke Jakarta. (Ris/dar)

 
Kabartimur.co.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...