Langsung ke konten utama

"Kemenangan Kita Bersama" | Oleh: Cahyadi Takariawan

Oleh : Cahyadi Takariawan
 

Proses Pemilu 2014 belum selesai. Masih ada beberapa daerah yang melakukan penghitungan ulang, dan belum selesai melaksanakan pleno penetapan kursi. Namun hasil sudah mulai bisa dibaca, walaupun masih bersifat sementara. Alhamdulillah, Allah memberikan berkah dan rahmat-Nya kepada PKS, sehingga hasilnya tidak seperti yang diprediksi oleh banyak survai selama ini, dan banyak kalangan pengamat.
 

Banyak survai dan pengamat yang menyatakan PKS tidak akan mampu melewati parlementary treshold (PT), sehingga hilang dari Senayan. Alhamdulillah, PKS masih bertahan. Bahkan di berbagai daerah, kursi kabupaten dan kota justru meningkat cukup signifikan.
 

Oleh karena itulah sudah mulai beredar ucapan tahniah dari para kader atas hasil sementara yang sudah mulai terlihat. Sesiapa yang menjadi anggota dewan, dan sesiapa yang tidak menjadi dewan, sudah mulai tampak hasilnya. Di berbagai media sosial mulai marah ucapan-ucapan selamat, dan menyebut nama-nama kader yang berhasil menjadi anggota dewan.

Tahniah dan Doa untuk Siapa?
 

Saya terkejut membaca postingan di media sosial, tentang keberhasilan kader-kader dakwah meraih sejumlah kursi di sebuah daerah, pada Pemilu 2014 ini.  Satu sisi saya bersyukur, bahwa kader dakwah di daerah itu mengalami peningkatan perolehan kursi yang  signifikan. Namun yang membuat saya tercenung adalah, cara pemberitaan di media sosial tersebut.
 

Diberitakan, bahwa di dapil satu seorang kader dakwah bernama Fulan berhasil mendapatkan kursi. Di dapil dua, kursi berhasil didapatkan oleh si Falun. Dapil tiga, kursi berhasil didapatkan oleh sang penakluk bernama Falin. Dapil empat, sang penantang berhasil meraih kursi. Dan seterusnya. Seakan-akan kursi itu didapatkan oleh seseorang, sehingga kader tersebut menjadi sangat hebat dan sangat istimewa secara sendirian.
 

Saya juga membaca di jejaring sosial, beredarnya ucapan-ucapan selamat kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi di lembaga legislatif. Ucapan selamat disertai doa semoga mereka mampu mengemban amanah dengan istiqamah, demi kebaikan bangsa dan negara. Alhamdulillah, saya pun ikut memberikan ucapan tahniah tersebut. Sayapun mendoakan para kader yang mendapatkan kepercayaan masyarakat tersebut agar mereka selalu bekerja dengan lurus.
 
Bukan Kerja Individual
 

Ucapan selamat dan kisah-kisah heroik atas tercapainya kursi kita di berbagai daerah, tentu sangat wajar dan sudah semestinya kita semua bersyukur. Namun yang perlu kita ingatkan adalah, kerja yang kita lakukan untuk pemenangan Pemilu bukanlah kerja individual. Senyatanya kita melakukan kerja sebagai tim, sehingga hasil apapun yang kita dapatkan, adalah akumulasi dari kerja tim tersebut.
 

Oleh karena itu, kendatipun kita sangat pantas menyampaikan ucapan tahniah kepada para kader yang berhasil mendapatkan kursi, jangan sampai melupakan peran semua pihak dalam perjuangan hingga tercapainya kursi tersebut. Saya memberikan komentar di beberapa grup WhatsApp, grup BBM, maupun di milis grup, ketika bertebaran ucapan selamat kepada nama-nama tertentu yang berhasil terpilih sebagai anggota legislatif di seluruh levelnya, dengan komentar yang mengingatkan peran pihak-pihak lain yang sangat bayak.
 

“Sebut juga nama-nama caleg yag tidak berhasil mendapatkan kursi, dan ucapkan selamat kepada mereka atas kerja keras yang sudah mereka lakukan hingga berhasil mendapatkan kursi di dapilnya. Doakan juga mereka agar tetap istiqamah dan semangat melaksanakan amanah dakwah”.
 

“Doakan juga para kader yang bukan caleg. Mereka sudah bekerja keras dan ikhlas, siang malam mereka terus beraktivitas. Dengan kerja mereka itulah kursi bisa kita dapatkan. Doakan agar mereka selalu istiqamah dan tegar menunaikan amanah dakwah”.
 

“Doakan juga para pengurus partai di semua levelnya. Mereka sudah melaksanakan berbagai program dan kegiatan sejak penyiapan Pemilu, pelaksanaan dan penjagaan suara serta kursi. 

Doakan agar mereka selalu istiqamah menunaikan amanah dakwah”.
 

Demikian beberapa komentar saya di berbagai grup jejaring sosial. Saya hanya ingin supaya kita tidak melihat capaian kursi ini sebagai kerja individu, namun sebagai kerja kolektif. Kita bekerja sebagai tim, dimana semua pihak ikut berkontribusi atas hasil apapun yang kita dapatkan. Berhasil mendapat kursi atau tidak berhasil, adalah akumulasi dari kerja kolektif yang kita lakukan.
 

Apabila berhasil mendapatkan kursi, itu bukanlah kinerja seseorang. Lihat saja selisih perolehan suara antara seorang caleg yang berhasil jadi anggota legislatif, dengan caleg lainnya yang tidak menjadi anggota legislatif. Di beberapa dapil, selisih itu sangat sedikit. Saya mendapatkan cerita bahwa ada dapil yang selisihnya hanya 7 suara saja, ada yang selisih belasan suara, ada yang selisih duapuluhan suara, dan seterusnya. Ini menunjukkan, kursi didapatkan dari kerja kolektif di satu dapil. Bukan hasil pekerjaan seseorang.
 
Berikan Tahniah dan Doa
 

Maka berikan ucapan tahniah dan doa untuk kerja kita semua. Selamat untuk para qiyadah, para kader, para pengurus, para caleg, bahkan para simpatisan dan tim-tim yang dibuat untuk membantu pemenangan Pemilu dari pihak eksternal. Semua telah bekerja dengan segenap daya dan upaya untuk memenangkan Pemilu, dan kita hanya berharap balasa kebaikan dari Allah Ta’ala. Hasil akhir, berapapun jumlah suara dan kursi kita dapatkan, kita bertawakal kepada Allah.
 

Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua, semoga Allah berikan keberkahan kepada kita semua, atas kerja-kerja yang sudah kita lakukan selama ini. Semoga yang mendapatkan amanah kursi dewan, bisa melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, bekerja dengan serius dan lurus, memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjaga kebaikan bangsa dan negara.
 

Para caleg yang belum berhasil mendapatkan kursi, kita doakan bersama agar tetap istiqamah, selalu tegar dan sabar, dan tetap aktif melaksanakan amanah dakwah yang masih sagat panjang membentang. Para kader yang bukan caleg semoga tetap berada dalam barisan dakwah, konsisten memperjuangkan tercapainya misi dakwah. Para simpatisan dan relawan semoga tetap istiqamah berada di barisan dakwah.
 

Semoga Allah berikan kekuatan, kebaikan, keberkahan kepada kita semua. Aamiin.

Jakarta, 27 April 2014
(Di sela acara Musyawarah Majlis Syuro PKS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...