Langsung ke konten utama

"Kader-Kader PKS Itu Misterius"

"Kader-kader PKS itu misterius"
Begitulah ungkapan Kang Wawan, seorang TKI asal Majalengka Jawa Barat yang bekerja hampir 13 tahun di Malaysia. Ia sangat heran dan selalu bertanya-tanya, bagaimana orang-orang PKS itu dengan istiqamah melakukan pembinaan dan pengajian rutin tanpa digaji sepeserpun. Meninggalkan keluarga, berjalan menempuh jalan yang cukup jauh dari Kualalumpur ke daerah Delta Klang Selangor ujung, dan kembali ke Kualalumpur tengah malam bahkan sampai dini hari baru sampai ke rumah masing-masing. Melakukan berbagai kegiatan sosial dan pembinaan tanpa kenal lelah.

Pengorbanan, itulah kemudian yang menjadikan Kang Wawan jatuh hati dan siap bergabung sebagai relawan PKS. Beliau siap mengajak siapapun yang dia kenal untuk bersama-sama membangun Indonesia dalam gerbong PKS. Bahkan beliau selalu berbagi dengan orang-orang terdekat di kampungnya tentang keunikan kader PKS yang selalu dia temui. Ia meyakini bahwa semua itu sudah ditakdirkan oleh Allah untuk dirinya. Mendapat ‘sengatan’ dari Kang Wawan, tidak berfikir panjang, keluarganya di berbagai daerah di Jawa Barat siap untuk menjadi Relawan untuk memenangkan PKS pada Pemilu, 9 April 2014 nanti.

Ia pernah meyakinkan keluarganya “Apakah kamu percaya aku ini orang baik? kalau ia, kamu harus masuk PKS” tegasnya. Ungkapan itu dia ceritakan pada Pak Salman, pengurus PKS Kuala Lumpur saat berkunjung ke kediamannya. Tentu saja hal itu membuat pengurus PIP PKS Kualalumpur terharu. Kerja-kerja dakwah yang selama ini dilakukan kader PKS di Kualalumpur menjadi berkah.

Keadaan itu tidak hanya dirasakan oleh Kang Wawan saja. Teman-teman dekatnya yang bergabung dalam pengajian Yasinan mingguan juga merasakan hal yang sama. Banyak manfaat dan pencerahan yang mereka rasakan selama bergaul dengan PKS. Bukan hanya Yasinan saja yang mereka baca, tapi juga penggalian ilmu agama yang mereka terima. Bahkan ada nilai positif yang akhirnya mengubah cara pandang mereka terhadap pekerjaan yang mereka lakoni, yaitu bernilai dakwah.

Disaat yang sama, pada awal Februari 2014 yang lalu, Ketua PIP PKS Kualalumpur menerima tamu dari Majalengka, Ketua DPD PKS dan salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Majalengka yang berasal dari PKS. Seakan sudah ditakdirkan oleh Allah, langsung saja Ketua PIP PKS Kualalumpur mempertemukan mereka  dengan Kang Wawan. Setelah bertemu, ada keharuan  yang mendalam saat ia menuturkan kisahnya dengan orang-orang PKS yang selalu rutin datang tan

Kang Wawan mengungkapkan bahwa “Di kampung sendiri, jangankan pak Lurah, Pak RT-nya aja susah ditemui! Ee… ini Anggota DPRD datang berjumpa dengan saya”.

Hal itu kemudian membuat Kang Wawan tambah mantap untuk bergabung bersama PKS. Beliau pun menemukan kemisteriusan-kemisteriusan lain yang selalu hadir dalam kehidupannya.

*by Humas PIP PKS Kualalumpur
@pkspiyungan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Perkuat Ketahanan Pangan, BPPN PKS Jawa Barat Gelar TFT Duta Tani di Majalengka

  MAJALENGKA – Bertempat di Saung Panganteur Kahayang H. Ateng, Desa Salagedang, Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan (BPPN) PKS Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik bertajuk Training for Trainer (TFT) Duta Tani, Sabtu (9/5). Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh peserta dari delapan kabupaten/kota, meliputi Duta Tani DPD PKS dari Majalengka, Sumedang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, Purwakarta, hingga Karawang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan, Anggota DPR-RI Komisi XII Ir. H. Ateng Sutisna, Ketua BPPN PKS Jawa Barat Budiwanto, Ketua DPD PKS Majalengka sekaligus Wakil Ketua I DPRD Majalengka Deden Hardian Narayanto, Sekretaris DPD PKS Majalengka Abid Ubaidillah, serta Kabid BPPN PKS Majalengka Muhammad Rifa’i. Dalam arahannya, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Abah Iwan Suryawan , menekankan pentingnya tiga pilar ketahanan dalam menghadapi kondisi global yang tidak menentu. "Kita harus...