Langsung ke konten utama

Peringati Hari Ibu, PKS Gelar Aksi Cinta Se-Papua


Jayapura - Sosok ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam melahirkan, mendidik, dan membesarkan anak-anak bangsa sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Papua, Lina Marlina dalam acara peringatan Hari Ibu tingkat Provinsi Papua yang digelar di halaman Ruko Tata Budi Permai Expo Waena, Kota Jayapura, Ahad (22/12/2013).

Lebih lanjut Lina Marlina menyampaikan, sebagai apresiasi peran ibu yang telah melahirkan generasi ini dengan cinta dan kasih sayangnya, Bidpuan di seluruh Provinsi Papua menggelar berbagai aksi persembahan cinta bagi para ibu. "Sejumlah daerah yang telah melaporkan pelaksanaan aksi cinta memperingati hari ibu yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Biak, Mimika, Merauke, dan Keerom," paparnya.

Di kota Jayapura peringatan hari ibu dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yaitu Distrik Heram,  Jayapura Utara, dan Jayapura Selatan pada Ahad (22/12/2013). Di Heram, PKS menggelar pelayanan kesehatan gratis dan pembagian paket sembako cinta bagi para ibu. Di Jayapura Utara, para kader PKS turun ke jalan membagikan setangkai bunga tanda cinta bagi kaum ibu. Sementara di Jayapura Selatan, PKS menggelar pelayanan kesehatan, pembagian paket sembako dari rumah ke rumah, dan beberapa lomba untuk ibu dan anak. Sejumlah lomba yang digelar berupa lomba membaca puisi anak untuk ibu, lomba lari berpasangan ibu dan anak, dan lomba meniup balon bagi anak hingga meletus.

Peringatan hari ibu di Kabupaten Biak Numfor dimeriahkan melalui bazaar murah bahan kebutuhan pokok. Warga dapat membawa pulang minyak goreng, terigu, telur, mie, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang sangat terjangkau. Jumlah mereka yang hadir mengisyaratkan bahwa aksi cinta PKS Biak ini cukup diminati oleh para warga.

Sementara itu, Bidpuan Kabupaten Merauke memeriahkan peringatan hari ibu dengan menggelar penyuluhan kesehatan bagi para ibu. Acara ini pun dibanjiri oleh para kaum hawa yang berasal dari berbagai majelis taklim di Kota Merauke.

Serangkaian kegiatan dalam memeriahkan hari ibu juga digelar di Kabupaten Mimika. Di kabupaten tempat pertambangan emas terbesar di dunia itu, PKS menggelar senam PKS Nusantara dan sejumlah lomba, di antaranya lomba cipta baca puisi suami untuk istri, dan lomba mewarnai bagi anak-anak.

Nuansa berbeda dirasakan pada aksi hari ibu di kabupaten Keerom. Dalam suasana musibah banjir melanda hampir seperempat kawasan kabupaten ini, PKS pun menggelar aksi dengan membagikan paket nasi bungkus, pelayanan kesehatan dan pembagian bahan kebutuhan pokok kepada para korban banjir terbesar yang pernah terjadi di kabupaten yang hampir separuh penduduknya adalah para transmigran itu. [kabarpks]

Suasana pelayanan kesehatan di jayapura selatan

Salah Satu Lomba pada Peringatan Hari Ibu di Jayapura Selatan

Aksi pembagian setangkai bunga cinta di Jayapura Utara

Bazaar di Biak

 Penyuluhan kesehatan bagi majelis taklim di Merauke

 Lomba Mewarnai di Timika

Senam PKS Nusantara di Timika
*HrS* Mukhair Dakwah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...