Langsung ke konten utama

Islam menemukan tempat yang nyaman di dalam masyarakat Amerika Latin


Mualaf Amerika Latin, Jaime Mujahid Fletcher (kiri) dan Daniel Abdullah Hernandez (kanan) di sebuah masjid di Houston.

Bagi Jaime Fletcher, orang Amerika asal Kolombia, Islam datang kepadanya di saat banyak hal yang tak terduga terjadi dalam hidupnya.
“Malam itu saya sedang bersama dengan teman akrab saya, setelah meninggalkan sebuah klub dan minum, kami duduk di luar rumahnya. Dia memandang minuman keras yang ada di tangannya dan dia berkata, ‘Saya tidak percaya bahwa saya masih melakukan hal ini’,” Fletcher, mantan anggota geng yang suka minum-minuman keras, pemburu wanita, dan mengendarai mobil dengan cepat, memulai ceritanya kepada Public Radio International (PRI).
“Saya pun bertanya, ‘Mengapa’? ‘Dia menjawab, ‘Saya tidak percaya saya masih melakukan hal ini padahal saya sudah dari Makkah. “Dan saya bertanya kepadanya, ‘Apa itu Makkah?’ Dan dia berkata, ‘Itu adalah rumah Tuhan.”
“Dan itu kedengarannya asing bagi saya. Dia kemudian berkata lagi, ‘Islam adalah agama yang benar dari Allah.’ Dan saya pun berkata, ‘tapi semua orang mengatakan agama mereka adalah yang benar’.”
Percakapan singkat antara Fletcher dan temannya ini menjadi pemantik yang mendorongnya untuk mencari agama yang benar.
Seperti kebanyakan orang Latin, Fletcher dibesarkan dalam keluarga Katolik, tapi dia mengatakan bahwa orang tuanya juga mendorongnya untuk menemukan kebenaran sendiri.
Dalam usahanya mencari kebenaran, ia belajar agama Kristen, Yahudi, Taoisme dan Buddhisme, sehingga kemudian sampai kepada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang benar dari Allah.
Saat itulah ia memutuskan untuk masuk Islam dan berganti nama menjadi Mujahid Fletcher.
“Islam memberikan pemahaman yang jelas bahwa untuk meminta pengampunan atau pertobatan adalah dengan langsung kepada Tuhan, tanpa perantara,” kata Fletcher.
Menurut Katherine Ewing, seorang profesor agama di Universitas Columbia, para muallaf yang lain juga memiliki alasan yang sama.
“Mereka kebanyakan frustrasi dengan struktur hirarki dalam Gereja Katolik. Sejumlah ummat Katolik mengatakan bahwa mereka agak bosan dengan misa, yang tampaknya tidak ada kaitannya dengan kebutuhan sehari-hari mereka,” tambahnya.
Ewing mengatakan Islam dan Protestan menjadi pilihan bagi ummat Katolik Latino yang sedang mengalami kekosongan dalam hidup.
Namun, banyak orang Latin yang tertarik dengan Islam setelah adanya serangan 9/11. Mereka  ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam.
“Mungkin mereka melihat itu bahwa Islam dianggap sebagai organisasi ‘teroris’, dan mereka ingin mengetahui lebih lanjut tentang mengapa Muslim menjadi “‘eroris’,” kata Ewing.
“Mereka mulai melakukan penelitian melalui berbagai sumber seperti dari internet, atau membaca Al-Quran untuk mencari tahu apakah benar bahwa Islam adalah agama yang menganjurkan kekerasan. Dan banyak dari mereka yang menemukan bahwa Islam adalah agama yang damai. Mereka juga menemukan beberapa keindahan budaya saat mereka menelusuri Islam lebih jauh.”
Menemukan kebenaran Islam, Mujahid Fletcher ingin agar orang Latin yang lain bisa menemukan kebenaran dalam Islam seperti dirinya.
Oleh karena itu, ia meluncurkan sebuah proyek yang bernama ‘Islam in Spanish’ di mana ia mulai membuat terjemahan dan membuat rekaman audio dari ayat-ayat al-Qur’an.
Dia dan ayahnya yang juga masuk Islam telah mencetak lebih dari 500 CD dan 200 akses TV kabel yang menayangkan program tentang Islam.
“Tujuan dari ‘Islam in Spanish’ adalah untuk mendidik orang Latin di seluruh dunia tentang Islam,” katanya.
Sekarang, Fletcher ikut bergabung di Islamic Center Maryam di Sugar Land, di pinggiran kota Houston.
Muslim Amerika Latin
Masjid yang besar tersebut terlihat seperti masjid-masjid di Timur Tengah atau Turki dengan bentuk bangunan yang tinggi dan menarik, dengan pintu masuk yang melengkung, dilengkapi dengan beberapa pilar dan dua menara.
Fletcher mengatakan bahwa Muslim Latino tersebar di kantong-kantong kecil di kota-kota besar seperti Houston.
Daniel Abdullah Hernandez, Puerto Rico-Amerika yang dibesarkan dalam keluarga Katolik, sekarang bekerja sebagai imam di sebuah masjid di kota Pearland.
Hernandez, yang juga mantan anggota geng, berkata bahwa Islam telah mengubahnya menjadi seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab.
“Pada awalnya, orang berpikir bahwa itu hanya suatu fase. Ibu saya setelah dua tahun melihat perubahan saya, beliau juga akhirnya menjadi seorang Muslim,” kata Hernandez. Ayah dan kakaknya juga ikut masuk Islam.
Hernandez bersama dengan keluarganya mengunjungi Mesir untuk mempelajari Islam. Sebuah perjalanan yang menghapus semua keraguan atas pilihan mereka untuk menjadi Muslim.
“Pada tahun pertama kami memeluk Islam, kami duduk dengan para Hispanik lainnya sambil  membelah roti dan makan, dan kami semua merasa takjub dengan keajaiban ini.”
Sulit untuk memperkirakan berapa banyak orang Latin di AS yang telah masuk Islam. Ewing memperkirakan jumlah mereka sekitar 50.000 dan 100.000.
Dalam Survery Masjid di Amerika Serikat tahun 2011 yang mewawancarai para imam di 524 masjid di seluruh negeri, menemukan fakta bahwa jumlah perempuan yang baru masuk Islam meningkat 8 persen sejak tahun 2000. Dari jumlah itu, orang Latin menyumbang 12 persen dari semua orang yang baru di Amerika Serikat pada tahun 2011. (ameera/arrahmah.com)
*HrS*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Dukung Pelestarian Budaya dan Genetik Domba, Ika Purnama Alam Hadiri Kontes Ketangkasan Domba Garut

  Majalengka -  Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) DPC Majalengka menggelar acara Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Piala DPD dan Kualifikasi Piala Presiden. Pada tahun 2023 ini, Majalengka menjadi tuan rumah putaran 8 terakhir Se-Jawa Barat (22-23/07). Hari Pertama Kegiatan Kontes Ketangkasan  Domba Garut Kontes Domba Kambing ini diselenggarakan sebagai bentuk perayaan Hari Jadi Majalengka Ke-533 dan dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Perwakilan Polres Majalengka, Kadis Budpar, Ika Purnama Alam (Aleg F-PKS / Dewan Pembina HPDKI), Camat Dawuan, Polsek Dawuan, Danramil Dawuan, DPD HPDKI Jabar, Pengurus DPC HPDKI Majalengka, serta Peternak Domba Garut Se-Jawa Barat dari pemengpek Garut, Pelabuan Ratu, Sukabumi, Banten, Majalaya, Bandung dan lainnya. Hari Kedua Pelaksanaan Kontes Ketangkasan Domba Garut Ika berharap, acara ini dapat menjadi ajang pelestarian budaya dan genetik domba garut yang menjadi identitas domba Jawa Barat, meningkatkan m...

Fraksi PKS DPRD Geram, Bupati Majalengka Tak Hadiri Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terkait Raperda

  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022/SabaCirebon /   Fraksi   PKS   DPRD Majalengka  dibuat geram oleh  Bupati  Majalengka, Karna Sobahi. Pasalnya, dalam  rapat  paripurna yang beragendakan pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2022 pada Senin (3/7/2023) kemarin, orang nomor satu di kota angin itu justru tak hadir. Kehadiran  Bupati  diwakili oleh Wakil  Bupati  Majalengka Tarsono D Mardiana dan Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Eman Suherman. Saat dikonfirmasi, anggota fraksi  PKS  yang juga sebagai orang pembaca pandangan umum fraksinya, Deni Koharuddin mengatakan, sejatinya pandangan umum fraksinya disampaikan secara normatif. Namun insiden terjadi kala dirinya menegur Ketua DPRD dan Wakil  Bupati  melihat  Bupati  tak hadir, sebelum pembacaan itu dimulai. "Panda...