Langsung ke konten utama

Anis Matta Beri Sinyal Ogah Nyapres di 2014


BANDUNG- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, memberi sinyal tidak ingin maju sebagai capres pada Pemilu 2014. Dia justru lebih mendorong Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Heryawan sebagai capres.

"Satu sisi saya antara tersanjung, tapi tahu diri," kata Anis di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/12/2013).

Dia merasa tersanjung karena jadi salah satu orang di PKS yang mendapat kepercayaan sebagai kandidat capres. "Tapi saya juga tahu diri," ungkapnya.

Anis lalu menyebut Hidayat dan Aher sebagai kandidat terkuat. Dia mengaku senang jika yang dipilih sebagai capres oleh PKS adalah salah satu dari dua nama itu. Alasannya, Hidayat pernah sukses memimpin PKS dan MPR. Aher juga sukses menjabat sebagai gubernur Jawa Barat selama dua periode.

"Tahu diri saya. Saya tidak punya track record sukses seperti Kang Aher dan Pak Hidayat," cetusnya.

Selain itu, Hidayat berasal dari suku terbanyak di Indonesia yaitu Jawa, sedangkan Aher berasal dari suku terbesar kedua yaitu Sunda. Hal itu jelas membuat kans mereka menjadi presiden lebih besar.

Disinggung apakah hal itu pertanda dirinya ogah dicalonkan sebagai capres, Anis menjawab diplomatis. "Saya lebih suka yang lain yang dicalonkan oleh kader," tegasnya.

Dia lalu meminta kepada para kandidat capres PKS untuk menyosialisasikan diri ke masyarakat. Sementara Anis akan fokus pada upaya pemenangan. "Siapa pun yang terpilih, tugas saya membangun sistemnya," tandasnya.

Soal hasil Pemilihan Rakyat (Pemira) yang digagas PKS, Anis menyebut masih harus diproses lagi. Nantinya akan dijaring hingga menjadi tiga nama kemudian capres PKS akan ditentukan oleh Majelis Syuro. (kem)
*HrS*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...