Langsung ke konten utama

PKS Tamat! (Tambah Berlipat) - 600 Warga Mojokerto Mendaftar Jadi Kader PKS


Ditengah Prahara Berbuah 600 KTA

MOJOKERTO - Semenjak badai fitnah kasus LHI melanda PKS pada akhir Januari 2013 yg lalu dengan melalui proses pemahaman & update informasi secara kontinyu para kader PKS Kab. Mojokerto terus melakukan pendekatan ke masyarakat dengan berbagai kegiatan.

Disemangati Cinta-Kerja-Harmony maka pada hari Ahad 9 Juni 2013 kader & simpatisan PKS di desa Penompo Kec. Jetis Kab. Mojokerto mengadakan LT3B dalam bentuk dirrect selling door to door mulai RT 1 s/d RT 22, pembagian jagung manis sebagai kampanye Hari Keluarga, pengobatan gratis & temu tokoh masyarakat.

Hampir 300 orang mendatangi acara tersebut yang sebagian besar adalah jamaah yasin & tahlil dari seluruh wilayah desa Penompo dibawah koordinator Ibu Karomah.

Satu hal yang mengejutkan adalah banyaknya masyarakat yang mendaftarakan diri sebagai anggota PKS & mendapatkan KTA ditengah-tengah “serangan” berbagai pihak atas kasus LHI yg dikaitkan dengan PKS. Rekor terbesar sepanjang 5 tahun terakhir ini di wilayah kab. Mojokerto bahkan Jawa Timur yaitu sebanyak 600 orang terdaftar secara resmi menjadi anggota PKS dalam 1 Desa dalam waktu 3 bulan. Bahkan aleg PKS dapil 5 akh KURNIAWAN EKA NUGRAHA, ST memberikan penghargaan kepada ibu Karomah atas bantuan mensosialisasikan PKS sehingga masyarakat berkenan mendaftarkan diri sebagai anggota PKS.

Pada hari itu pula sekitar 200 orang mendapatkan pelayanan pengobatan gratis, 100 KK miskin mendapatkan paket jagung manis & sebanyak 20 orang tokoh masyarakat terdiri dari Kades, BPD, LPM, kepala Dusun, ketua RT & RW berdialog dengan Aleg PKS Dapil 5 & Caleg menyampaikan aspirasi masyarakat seputar masalah pembangunan desa, kesehatan lingkungan & kesejahteraan sosial.

Terbukti prahara tak meruntuhkan cinta masyarakat kepada PKS, tak melemahkan Kerja para kader untuk melayani umat & semakin meningkatkan peluang Harmonisasi potensi masyarakat. (tiwi)






Sumber: *http://www.pkspiyungan.org/2013/06/pks-tamat-tambah-berlipat-600-warga.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...