Langsung ke konten utama

Kesalahan "Republika Online" Menulis Tentang PKS

Setelah berselancar mencari kabar politik Indonesia, saya akhirnya tergagum dengan sebuah  berita yang menuliskan tentang Aher si Pemimpin Jawa Barat. Tentu Anda pasti sudah bisa menebak, Berita PKS yang yang jelek ya? pasti dong !

Tetapi saya hanya tertawa lucu, judulnya ko' maksa banget ya!  judul berita itu 'Darah Rakyat Haram Kau Hisap (Aher )..!'. Tentu saya tidak bisa menyalahkan hal ini . Sebagai pembaca berita yang setia, hal sekecil ini pun harus diperhatikan oleh media berita. Bagi saya secara personal dan juga sebagai pembelajar Bahasa, ada sedikit kekeliruan dalam penulisan judul beritanya. Seharusnya, Republika Online tidak mengikuti kata para demontran yang salah itu. Menulis pernyataan saja salah, bagimana dengan isi kritikannya. Tapi ngak apa-apalah sekedar saran saja buat republika Online.

Kesalahan Republika Online harus diperhatikan  hal sebagai berikut;

Siapa yang berbicara? 
Dalam kapasitas apa? 
Apa latar belakang si pemberi sumber? 

Kesalahan Pertama Penulisan Judul Berita

Ada pun dalam ilmu Fonologi, satu tanda baca itu sangat sensitif dalam memberi makna. Sekarang saya hanya ingin mengajak para pembaca untuk membedah judul berita dari Republika Online

'Darah Rakyat Haram Kau Hisap (Aher)...!'.

  

 Dari judul berita tersebut saya akan memberikan opsi kepada para pembaca yang mana makna secara fonologi  bisa dipahami dari judul berikut  'Darah Rakyat Haram Kau Hisap (Aher )..!'.  dan 'Darah Rakyat, Haram Kau Hisap (Aher )..!'. Dalam judul yang kedua saya tuliskan tersebut diantara Darah rakyat, ada koma yang saya selipkan. Secara pronounce bisa saja orang akan terjebak dengan judul pertama yang diberikan oleh republika Online. Karena bisa jadi para pembaca akan membacanya datar dan akan menimbulkan multitafsir. Pembaca bisa saja membaca berhenti di satu intonasi yang seharusnya tidak bisa. 

Asumsi pertama pembaca memaknai judul ini dengan cara membaca datar. Maka akan ada penafsiran bahwa Aher telah meminum darah rakyat. Penekannya bisa saja pada Darah rakyat haram, telah dihisap oleh Aher. Ini adalah sebuah judul Ambigu yang hanya akan membawa kebingungan dalam memahami maksud pembaca. Sebenaranya titik fokus penekanan ini adalah Aher yang meminum darah rakyat haram atau pernyataan para aktivis tersebut yang mengatakan darah rakyat, haram untuk dihisap oleh Aher. 

Saya pun menulis ini bukan maksud untuk  menggurui. Tetapi sebagai anak pembelajar bahasa, tentu hal ini adalah kesalahan fatal. Terlepas dari itu, saya sarankan kepada mahasiswa yang sedang sibuk mencari judul skripsi, mungkin kesalahan seperti ini, asyik dijadikan skripsi dan dapat dikaji melalui pendekatanDiscourse Analysis. Jika butuh referensi tentang buku pragmatics yang mengkaji hal ini, bisa hubungi saya. kebetulan saya punya koleksi buku pragmatic dalam bentuk PDF pemberian dosen. Hehhee..!!

'Kembali ke laptop !' kata si Tukul Arwana. Maaf Mas Tukul pinjam istilahnya untuk mengembalikan ke inti topik pembahasan. Jadi saya ingin tekankan lagi, di antara pernyataan 'Darah Rakyat' dan Haram kau Hisap itu ada koma atau tidak. Silahkan diperjelas agar tidak membingungkan pembaca. Teknik Menulis judul berita supaya sedikit mengigit dengan cara begitu tak apa-apa. Tetapi jangan mengabaikan aturan penulisan. Meski pun judul itu diambil dari pernyataan seorang aktivis dalam sebuah spanduk, tentu ROL juga harus memperbaiki hal itu dalam tulisannya.

Hal kedua adalah Kekuatan Sumber Berita

Apa karena dia seorang aktivis, lalu  media berita  sebesar ROL tidak menelusuri kapasitas si tukang demo? Tentu ini juga harus diperhatikan. jangan-jangan tukang demonya adalah bayaran. Emang ROL tahu banyak tentang si demontran dari Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) Indonesia? Saya pun meragukan. Setelah ditelusuri, eh ternyata organisasi bentukan super kilat.  Organisasi ini baru muncul di dunia maya di bulan januari 2013. Umurnya sekitar 5 bulan eksisnya. Persoalan terbentuknya organisasi ini saya juga tidak tahu asas dan latar belakangnya. Selain umur organisasinya terlalu muda, kapasitas si pembicara pun tidak diketahui.

Dalam penulisan berita tentang Aher ini, ada sesuatu Informasi yang kurang. Kekurangan pertama yakni tanggapan Aher terkait tuntutan demontran. Dalam berita itu, tak ada tanggapan yang jelas terkait tuntutan para demonstran. Sementara foto yang dipajang oleh ROl nyata adalah Aher. Indikasinya adalah ada sebuah penekanan opini yang mau atau pun tidak, suka tidak suka, harus diterima oleh para pembaca. Inilah hal yang cukup jadi bahan intropeksi  bagi team ROL. 

Mengapa ROL tidak meminta tanggapan kepada Aher terkait tuntutan? Alasannya cukup sederhana, tuntutan itu hanya akan menghajar si penuntut. . Selanjutnya adalah foto yang di pajang oleh ROL tentang demontrasi, Ko' foto si Aher? bukan foto demo? Sementara tanggapan Aher ngak ada dalam berita, tiba-tiba fotonya muncul di berita itu. Apa beritanya hasil daur ulang dari media lain? setelah saya telusuri, media yang memberitakan lebih dulu adalah Javanews.co dengan catatan waktu

Sementara itu, berita terbitan ROL, itu diterbitkan pada waktu 

         11 Juni 2013, 19:11 

Silahkan dichek di alamat websitenya:

REPUBLIKA 

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/06/11/mo89v7-darah-rakyat-haram-kau-hisap-aher

JAVANEWS.CO 

http://javanews.co/2013/06/11/massa-pemuda-mandiri-dan-kiayi-tasikmalaya-tolak-pelantikan-ahmad-heryawan/

Dari kedua media ini, juga dilihat ada perbedaan dalam penulisan judul. Jika Javanews.co menuliskan "

"Massa Pemuda Mandiri dan Kiai Tasikmalaya Tolak Pelantikan Ahmad Heryawan"

Maka ROL dalam versi yang berbeda

 'Darah Rakyat Haram Kau Hisap (Aher)...!'.

 Sementara dalam foto berita, lebih akurat javanews.co dibandingkan ROL

Foro Javanews.co
Foto ROL

Sahabat generasi Indonesia, buka mata, buka pikiran dan lapangkan dada. Saya hanya ingin memberikan informasi bahwa di negeri kita ternyata masih banyak yang harus dibenahi. Dalam hal ini saya lebih menekankan kepada media. Mari didik masyarakat dengan kejujuran bukan kebohongan. Pena seorang wartawan adalah harapan Indonesia dalam membetuk pemikiran masyarakat. Semoga ini bisa jadi bahan pembelajaran.

Salam Cinta 

Sumber: Idrus Dama Gorontalo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...