Langsung ke konten utama

Bujuk Tarik 3 Menteri, PKS Nilai Partai Demokrat Krisis Kader Terbaik

Jakarta - Partai Demokrat (PD) menawarkan tiga menteri PKS masuk PD agar kursinya langgeng. Mensos yang juga sesepuh PKS, Salim Segaf Aljufri, pun angkat bicara.

"Sekarang dalam era demokrasi semua orang menawarkan kan bisa aja," kata Salim sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan Salim kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/06).
Sampai saat ini Salim masih setia kepada PKS meskipun kursinya bisa saja hilang kalau SBY mencopot menteri PKS yang sudah dianggap PD sebagai oposisi.
"Saya pikir saya tetep aja di kabinet, kalau itu kan nggak mesti pindah-pindah partai, saya pikir dalam semua punya etika tersendiri," tuturnya.
Sebelumnya Ketua Harian DPP PD Syarief Hasan menawarkan tiga menteri PKS masuk PD. Syarief malah bersyukur jika 3 menteri yang setia dengan pemerintah soal kenaikan harga BBM itu pindah ke PD.
Namun Salim mengaku belum ditawari secara langsung. "Belum, nggak ada," jelas Salim.


PKS tidak mempermasalahkan Tifatul Sembiring, Salim Segaf dan Suswono ditarik-tarik untuk semberang ke Partai Demokrat.
Demikian disampaikan Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq menanggapi berbagai berita soal Tifatul Sembiring Cc ditawari untuk masuk Demokrat, saat wawancara live di Tv One pagi ini (Jumat, 20/6)."Itu artinya kader kami baik dan diperhitungkan, atau Demokrat kekurangan kader,"ujar Mahfudz.Jelas Ketua Komisi I DPR RI itu, tiga menterinya sebagia pembantu SBY sangat profesional, yaitu mengutamakan tugas negara dari pada partai, jadi tidak ada masalah dan tidak ada perpecagan di internal partai dakwah itu.Soal kabar partainya dikeluarkan dari setgab koalisi dan tiga menterinya ditendang dari kabinet SBY-Boediono, Mahfudz mengatakan pihaknya hanya menunggu keputusan SBY."Kami hanya tunggu keputusannya, dari awal kami konsisten menolak kenaikan harga BBM. Apapun konsekuansinya, kami siap terima," tandasnya.(HrS)

Sumber: rmol

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...