Langsung ke konten utama

Alhamdulillah, Kader PKS Menangi Pilkades

Mangkutana - Ribuan masyarakat Desa Wonorejo Timur, Kec. Mangkutana, Kab. Luwu Timur-Sulawesi Selatan berjubel di lokasi pemungutan suara pemilihan kepala desa, Kamis 30 Mei 2013. Mereka tampaknya sudah tak sabar ingin mengetahui siapa pemimpin mereka pasca pemekaran desa oleh pemerintah kabupaten Luwu Timur beberapa bulan yang lalu. 
 
Momentum ini merupakan sejarah tersendiri bagi masyarakat setempat. Bisa dikatakan pilkades kali ini merupakan pilkades 'paling bersejarah' karena ini merupakan pilkades pertama di desa baru itu. Jadi, seolah-olah masyarakat ingin mengatakan, "Desa baru, pempimpin baru, harapan baru", sehingga dengan sabar dan penuh penasaran mereka rela berdesak-desakan untuk menyaksikan jalannya penghitungan suara.
 
Aktivitas pemungutan suara dimulai pada pagi hari pukul 08.00 waktu setempat. prosesnya berjalan dengan tertib, lancar dan aman. Warga yang memilih datang silih berganti ke TPS lalu pulang dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing. Namun pada saat penghitungan suara yang dimulai pukul 13.30, satu persatu warga berdatangan kembali ke TPS untuk menyaksikan bersama penghitungan suaranya, bahkan adapula yang berasal dari luar desa. 
 
Selama penghitungan, suasana berlangsung seru, riuh, namun tetap terkendali. Beberapa petugas kemanan nampak berjaga-jaga. Ketua pelaksana pilkades mengatakan bahwa pilkades ini memang sudah direncanakan dan dipersiapkan jauh sebelumnya sehingga dapat mengantisipasi kejadian-kejadian yang tak dinginkan. 
 
"Pilkades ini sudah direncakan dan dipersiapkan dengan baik dan matang jauh sebelum hari H. Rapatnya saja 3 hari sekali. Pantia sangat berperan aktif dalam mensukseskan pilkades. Saya yakin prosesnya insya allah akan berjalan lancar," kata D.Sudarpo yang ditemui di sela-sela acara.
 
Yang menarik dari pilkades ini adalah, salah satu calonnya merupakan kader PKS yang notabenenya juga anggota KORSAD (Korps Satuan Tugas Keadilan). Namanya Anwar Yusuf. Ia adalah seorang anggota KORSAD yang aktif di kesatuannya. Ia sering dipanggil ke Makassar untuk mendapat tugas tertentu. Kapanpun dapat panggilan ia siap dan langsung berangkat saat itu juga, padahal untuk sampai ke Makassar harus dengan naik kendaraan selama 13 jam perjalanan.
 
Selain aktif di partai dan kegiatan sosial, ia juga aktif di lingkungannya. Ia dikenal sebagai tokoh pemuda yang taat. Sering ngisi ceramah agama di pengajaian-pengajian, menjadi khatib dan imam sholat jumat, menjadi trainer pada acara-acara pelatihan dan menjadi instruktur kegiatan alam bebas, bahkan sebelum mencalonkan diri, ia juga seorang kepala sekolah sebuah Sekolah Dasar Islam.  Meski sedemikian sibuk, banyak warga yang mendukungnya untuk mengikuti bursa calon kepala desa, sampai akhirnya dia mendaftar dan hari ini memperoleh kemenangan.
 
Anwar Yusuf memenangi pilkades Wonorejo Timur dengan memperoleh 326 suara. Selisih 28 suara dengan runner-up nya, yaitu 298 suara. Sedangkan ketiga calon lainnya harus puas dengan jumlah suara yang mereka dapat.
 
Karena tubuhnya yang ringan dan ramping, para pendukung Anwar pun menggotong dirinya ramai-ramai dalam perjalan pulang. Selamat!
 
*kiriman: mantapjohan@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...