Langsung ke konten utama

"Ironisia" Negeri Sejuta Ironi


Rabu, 08 Mei 2013


"Ironisia"


Alkisah, ada sebuah negeri yang sangat aneh,

Media negeri ini menghujat habis-habisan pemerkosaan tapi setiap hari mereka menayangkan pornografi. Padahal banyak pemerkosa mengaku terinspirasi tayangan porno.

Media juga berhari-hari menayangkan konflik paranormal dan pelanggannya, tapi mereka juga yang setia menghadirkan tayangan yang promosikan paranormal. Apalagi menjelang tahun baru.

Media onlinenya lebih aneh lagi. Kalau figur yang didukung “cuma tepuk tangan”  karena menonton wayang, maka itu jadi berita besar, kalau figur yang tidak didukung bikin sekolah sampai ratusan, jangankan berita, foto saja tak tampak.

Konsumen media negeri ini juga tidak mau kalah. Sudah tahu kalau pemilik media adalah para dedengkot-dedengkot politik, namun banyak dari mereka yang menelan mentah-mentah berita politik dalam negeri. Seolah-olah yang punya media tidak pernah punya agenda politik dalam liputan-liputannya.

Pemimpinnya tidak kalah aneh, berpidato dengan penuh wibawa, menyuruh menterinya fokus untuk bekerja, tapi doski malah merangkap jabatan sampai tiga rangkap

Stasiun televisinya juga, saat partai sang pemilik sedang hancur lebur, tidak kita jumpai tayangannya di televisi, saat partai lain kena badai, TV-TV seperti bikin pesta besar, kalau perlu ditambah bumbu biar gurih beritanya.

Lembaga anti korupsinya juga aneh. Cetar membahana ketika melibas kasus cemen kelas teri, letoy sempoyongan ketika bertemu kasusnya penguasa.

Hukumnya juga aneh. Lembaga anti korupsinya baru menangkap orang saat si presiden beri perintah buat tangkap. Berarti dari dulu tidak bisa tangkap karena tidak dikasih izin tangkap ya sama presiden ?! Berarti sama aja dong Lembaga anti korupsinya kayak mesin politik.

Yang memantau lembaga anti korupsi aneh. Sudah jelas kalo lembaga anti korupsinya diintervensi presiden dan ketahuan karena surat yang bocor, tapi masih koar-koar kalau lembaga itu bersih dan kredibel.

Mantan menterinya ngak kalah aneh, berbulan-bulan jadi tersangka masih asoy geboy saja keliaran. Lebih mirip cuti kerja daripada jadi tersangka.

Pengamat politiknya aneh, lembaga anti korupsinya diintervensi oleh istana, tapi masih menyangkal kalau konspirasi di lembaga anti korupsi itu tidak ada. Takut dikira mendukung pendapat yang lain mungkin.

Partai politiknya aneh. Banyak tayangan sinetron aneh dan tidak mendidik, tapi berlomba-lomba menggaet artis buat jadi caleg. Mau dibikin seperti sinetron apa parlemennya?!

Konstituennya gak kalah aneh.  Marah-marah ketika partai politik mendukung kenaikan BBM, tapi besoknya pilih partai yang sama lagi di kotak suara.

Si konstituen juga marah-marah ketika ada gubernur/bupatinya terlibat korupsi, tapi manut-manut kembali ketika lembar 100 ribuan datang di pagi pencoblosan.

Ya, kawan, itulah negeri aneh itu, negeri yang terletak jauh di ujung timur sana.

Negeri sejuta ironi, Ironisia.


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/05/ironi-sia-557301.html
sumber : *http://www.pkspiyungan.org/2013/05/ironisia-negeri-sejuta-ironi.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Dukung Pelestarian Budaya dan Genetik Domba, Ika Purnama Alam Hadiri Kontes Ketangkasan Domba Garut

  Majalengka -  Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) DPC Majalengka menggelar acara Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Piala DPD dan Kualifikasi Piala Presiden. Pada tahun 2023 ini, Majalengka menjadi tuan rumah putaran 8 terakhir Se-Jawa Barat (22-23/07). Hari Pertama Kegiatan Kontes Ketangkasan  Domba Garut Kontes Domba Kambing ini diselenggarakan sebagai bentuk perayaan Hari Jadi Majalengka Ke-533 dan dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Perwakilan Polres Majalengka, Kadis Budpar, Ika Purnama Alam (Aleg F-PKS / Dewan Pembina HPDKI), Camat Dawuan, Polsek Dawuan, Danramil Dawuan, DPD HPDKI Jabar, Pengurus DPC HPDKI Majalengka, serta Peternak Domba Garut Se-Jawa Barat dari pemengpek Garut, Pelabuan Ratu, Sukabumi, Banten, Majalaya, Bandung dan lainnya. Hari Kedua Pelaksanaan Kontes Ketangkasan Domba Garut Ika berharap, acara ini dapat menjadi ajang pelestarian budaya dan genetik domba garut yang menjadi identitas domba Jawa Barat, meningkatkan m...

Fraksi PKS DPRD Geram, Bupati Majalengka Tak Hadiri Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terkait Raperda

  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022/SabaCirebon /   Fraksi   PKS   DPRD Majalengka  dibuat geram oleh  Bupati  Majalengka, Karna Sobahi. Pasalnya, dalam  rapat  paripurna yang beragendakan pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2022 pada Senin (3/7/2023) kemarin, orang nomor satu di kota angin itu justru tak hadir. Kehadiran  Bupati  diwakili oleh Wakil  Bupati  Majalengka Tarsono D Mardiana dan Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Eman Suherman. Saat dikonfirmasi, anggota fraksi  PKS  yang juga sebagai orang pembaca pandangan umum fraksinya, Deni Koharuddin mengatakan, sejatinya pandangan umum fraksinya disampaikan secara normatif. Namun insiden terjadi kala dirinya menegur Ketua DPRD dan Wakil  Bupati  melihat  Bupati  tak hadir, sebelum pembacaan itu dimulai. "Panda...