Langsung ke konten utama

Efek Jilbab Bikin Hidup Lebih Hidup


MAJALENGKA - Bertempat di Auditorium Universitas Majalengka pada Sabtu (4/6), Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, Universitas Majalengka mengadakan acara TalkShow dengan tema “EFEK SAMPING JILBAB”.  Menghadirkan para pembicara yang terdiri dari : Praktisi Komunikasi pikiran bawah sadar untuk terapi mental dan spiritual, Syamsul Arif Billah, S.Sos. , C.H., C.Ht. yang juga sebagai Dosen Prodi Komunikasi UNMA, dan Tim Hijabers Community Bandung, Annisa Aga Febrianti, S.S, Sarah Hesti, S.Kom dan Reni Halimatussa’diah.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula para pejabat dan Dosen UNMA, diantaranya: Wakil Rektor 1, H. Z. A. Sastramihardja, S.H., M.H., Wakil Rektor 2, Drs. H. A. Wahab Sudinata, M.M., S.H., M.H., Penjamin Mutu, H. Diding Bajuri, Dekan Fisip, H. E. Sudirman, Kaprodi Ilkom, Kiki Esa Perdana dan Sekretaris Prodi Ilkom Ria Restiana, S.Sos.

Acara ini dihadiri kurang lebih 200 orang peserta dari siswi-siswi SMA dan mahasiswi perguruan tinggi yang ada di Majalengka. Bukan hanya kalangan kaum muda yang menghadiri acara tersebut, ada diantaranya ibu-ibu yang ikut pula hadir dengan antusias.

Ada yang menarik dari sambutan Wakil Rektor I, H. Z. A. Sastramihardja. Ketika beliau melihat tema yang terpampang di spanduk “Efek Samping Hijab”, beliau menyampaikan rasa keberatannya dengan kalimat tersebut. Beliau sampaikan, bahwa kalimat tersebut seharusnya bukan efek samping hijab, tapi efek positif hijab. Karena menurut beliau, seringkali kalimat efek samping tersebut dimaknai dengan konotasi negatif. Karena itu panitia dan para peserta pun menyambut dengan baik apa yang disampaikan oleh sang wakil rektor tersebut.

Meskipun semua panitia bukan dari latarbelakang fakultas atau jurusan Agama Islam, tetapi acara talkshow ini mengena kepada sasaran muslimah muda. Karena didalamnya membahas tentang penggunaan jilbab, apakah hal ini sebuah fenomena trend saja atau tradisi syar’i yang memang dilakukan dan disadari oleh kaum muslimah itu sendiri? dan, apakah setelah menggunakan jilbab ini punya efek samping yang membuat muslimah bertambah cantik, modis, keren, kreatif dan simple? atau malah jelek, kucel, nora, kaku dan ribet?

Talkshow ini dikemas sedemikian menarik. Karena, selain temanya yang sedang in, pembicaranya pun sangat dahsyat. Syamsul Arif Billah, S.Sos., C.H., C.Ht. seorang praktisi komunikasi pikiran bawah sadar, untuk terapi mental dan spiritual dan Tim Hijabers Community Bandung, sebagai komunitas muslimah yang menggunakan hijab dengan cantik, modis, keren, kreatif dan simple dengan tetap syar’i, merupakan faktor utama yang menambah hidup talkshow ini.

Pembicara pertama, Bapak Syamsul Arif Billah membahas hijab dari sisi komunikasi sosial, sikap mental dan spiritual yang akan muncul ketika seorang perempuan mengenakan hijab. Adapun Tim Hijabers Community menjelaskan dari segi penampilan, efek positif, pola beraktifitas dengan tetap mengenakan hijab dan bagaimana menjaga agar hijab yang dipakai tetap dalam koridor syar’i.

Selain talkshow, acara ini juga dimeriahkan dengan photo session, class beauty, fashion show dan tutorial jilbab serta game-game menarik lainnya. Sehingga yang tadinya cuma sebuah tugas praktek mata kuliah Public Relations Organizer Mahasiswa Pogram Studi Ilmu Komunikasi semester enam, acara ini berubah menjadi sebuah event yang spektakuler.

Dalam kesempatan lain, Tim Hijabers Community Bandung yang diwakili oleh Annisa Aga Febrianti, S.S, Sarah Hesti, S.Kom dan Reni Halimatussa’diah menyampaikan beberapa hal mengenai Komunitas yang di gelutinya. Annisa Aga Febrianti, yang mewakili rekan-rekannya, menyampaikan kesan dan pesan dari kegiatan talkshow tersebut, diharapkan dapat membangkitkan semangat wanita muslimah untuk lebih mengetahui akan pentingnya memakai hijab dan diharapkan juga bagi wanita muslimah yang tadinya tidak memakai dapat tergerak dan tersadar untuk segera mengenakan hijab.

Hijaber Community sudah berdiri sejak tahun 2009. Dari semenjak di launching, sudah banyak sekali kegiatan yang mereka lakukan. Mulai dari talkshow, pengajian rutin, bakti sosial, dan kunjungan ke berbagai kalangan masyarakat serta berbagai aksi positif dan bermanfaat lainnya. Hijaber Community didalamnya banyak sekali pengurus dan anggotanya dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, sehingga kegiatan yang dilaksanakannya mampu menampilkan beragam dan berbagai macam ide serta kreatifitas yang bermanfaat untuk masyarakat.

Hijaber Community sangat terbuka bagi setiap muslimah untuk bergabung di dalam setiap kegiatannya.  Dan tidak hanya dari kalangan kaum muda muslimah yang dapat bergabung, tapi dari seluruh kaum muslimah dapat ikut serta berperan aktif di setiap aksi dan kegiatannya. Adapun Misi yang di miliki oleh Hijabers Community yakni : Mempererat Tali silaturahim, Semoga bisa semakin lebih Istiqomah, Menambah ilmu pengetahuan tentang agama khususnya, Mengajak/menginspirasi seluruh wanita muslim untuk menggunakan hijab. (hms)

Untuk mereka yang ingin bergabung bisa melalui Facebook Page :
hijaberscomm_bdg@yahoo.co.id atau twitter di : http://twitter.com/#!/HijabersCommBDG dan Web : http://hijaberscommunitybandung.blogspot.... (EM)



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...