Jangan Tunggu Alloh SWT Menegur kita

Berjibaku dengan urusan dunia memang takkan ada habisnya. adakalanya kita harus istirahat sejenak memikirkan hari esok yang lebih baik. hari esok yang dimana tidak ada lagi naungan selain naungan Alloh SWT. Aktifitas ruhiyah setiap pekan yang selalu dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak cukup dilakukan dalam waktu tiga jam. 

Oleh karenanya Bidang Kaderisasi, DPD PKS Majalengka mengadakan malam bina iman dan taqwa (mabit). Mabit yang dilaksanakan tanggal 19-20/01/2015 bertempat di masjid Al-istiqomah Desa Sukasari Kecamatan Cikijing. Kegiatan tersebut untuk membangun keimanan, keikhlasan, hamasah dan kinerja untuk pemenangan pemilu 2014. 

Roni Setiawan selaku sekretaris Umum DPD PKS Majalengka yang ikut mabit di tempat tersebut juga menambahkan, bahwa kami tidak ingin ditegur Alloh dengan cara yang menyakitkan, mumpung masih ada waktu, jangan tunggu Alloh menegur kita.

"Kami tak ingin ditegur Alloh SWT dengan cara yang menyakitkan, mumpung masih ada waktu jangan tunggu Alloh SWT menegur kita, saya umpamakan ini seperti seorang mandor yang memanggil anak buahnya," 

berikut kisahnya;

SEORANG mandor bangunan yang berada di lanta 5 ingin memanggil pekerjanya yang tengah bekerja di bawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya. Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah “sebentar saja” ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor. Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia” kita. Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada-Nya Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang. Bahkan kita selalu bilang, “Kita lagi “HOKI!” Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yang kita sebut musibah, agar kita mau menoleh kepada-Nya.

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil.