Pengamat Politik: Aher Lebih Meyakinkan Publik Sebagai Capres


Jakarta. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memiliki peluang paling besar untuk menjadi calon presiden yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilihan Umum tahun 2014. Pria yang akrab disapa Aher ini diuntungkan dengan jabatannya sebagai gubernur.
Dalam pemilihan raya (Pemira) PKS, Aher menempati peringkat ketiga. Ia berada di bawah Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid dan Presiden PKS Anis Matta. Sementara tempat keempat dan kelima ditempati Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.
“Kalau Aher bisa mengkapitalisasi kerjaannya sebagai Gubernur Jawa Barat, dia bisa lebih meyakinkan publik bahwa ia lebih pantas dibanding empat nama lain,” kata Psikolog Politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, Minggu (29/12).
Hidayat memang memenangi Pemira. Namun, Hamdi mengatakan, hal ini tidak akan berpengaruh dihadapan publik. Pasalnya, mantan Presiden PKS itu sudah pernah kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tahun 2012 lalu.
“Orang masih mengenang dia (Hidayat) sebagai the looser. Sedangkan Aher dua kali menang,” ujar Hamdi.
Anis dan Tifatul, kata Hamdi, juga belum bisa mengalahkan Aher. “Anis masih belum dikenal publik dan Tifatul agak nanggung prestasinya sebagai menteri,” ucapnya.
Seperti diketahui, Hidayat memenangi Pemira dengan perolehan suara sebesar 18,34 persen, Anis 17,46 persen, Aher 16,69 persen, Tifatul 11,50 persen, dan Nur Mahmudi Ismail 7,41 persen. Nantinya hasil Pemira akan diserahkan dan dibahas di Majelis Syuro PKS pada akhir Januari.
Setelah itu akan dilakukan uji publik terhadap para calon yang ditunjuk Majelis Syuro. Salah satu metodenya dengan melalui survei. (jpnn/sbb/dakwatuna)


 Redaktur: Saiful Bahri

*HrS*