"Kenapa Nurhayati Assegaf, Wakil Ketum PD berkata kasar?" by @eae18

by @eae18
jurnalis

1. Kenapa Nurhayati Assegaf, Wakil Ketua Umum PD berkata kasar. Bilang PKS munafik dll. Padahal Nurhayati berjilbab sangat rapi.

2. Karena ia masuk perangkap partai. Masuk siklus kekuasaan. Hawa nafsu yang diumbar tak mampu membendung cara bertutur yang bijak.

3. Seyogyanya bagi perempuan berjilbab, jilbab yang ia sandang mampu menjadi rem dalam bertutur n bertindak. Inilah yg sy sebut jilbabi kalbu.

4. Kenapa juga Prof Dr Ahmad Mubarok, Wakil Ketum PD berkata kasar. Bilang PKS minta dikeluarkan agar kesannya dizhalimi.

5. Kita tahu, Prof Mubarok S2-nya konsentrasi tasawuf, S3nya, konsentrasi pada soal tafsir jiwa. Tapi knpa tutur katanya keluar dr ilmunya.

6. Keilmuannya tak mampu membendung aura hawa nafsu kekuasaan. Aura partai mengubur kepatuhan n kepatutan. Tak patuh pada ilmu jg tak patut.

7. Juga tak patut pada tata krama bertutur. Padahal, Prof Mubarok itu hapal betul soal kejiwaan. Dunia politik memang dihuni org sakit jiwa.

8. Apapun perbedaan pandangan, selayaknya tak perlu berkata kasar. Kata-kata kasar hanya pantulan langsung dr pribadi dua makhluk itu.

9. Jilbab yg disandang seorang muslimah, hendaknya jd payung perilaku hidup. Gelar Prof Dr sejatinya jadi perisai hawa nafsu.

10. Orang-orang yang berhijab, harusnya juga menghijab perilakunya. Berhijab itu tak sekadar aksesori tapi ia pemandu laku lampah hidup.

11. Orang yang mempelajari tasawuf sprti Prof Mubarok, sangat riskan berkata kasar. Karena tasawuf sejatinya membersihkan kekotoran jiwa.


*sumber: https://twitter.com/eae18