Langsung ke konten utama

Sinergi Legislator PKS: Perjuangkan Perda Madrasah demi Benteng Karakter Generasi Majalengka

 

MAJALENGKA – Gedung Sekretariat DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Majalengka menjadi saksi bersatunya komitmen legislator lintas tingkat, dari pusat hingga daerah. Dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Rabu (6/5/2026), Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, M.B.A., bersama jajaran Komisi IV DPRD Majalengka, sepakat menempatkan kesejahteraan guru madrasah dan payung hukum pendidikan keagamaan sebagai prioritas yang harus terus diperjuangkan.

Wakil Ketua Komisi IV sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., menegaskan bahwa kehadiran guru madrasah adalah benteng utama melawan dampak negatif teknologi dan pemikiran asing yang mulai merambah Majalengka. Menurutnya, pendidikan agama di Madrasah Diniyah (MD) bukan sekadar materi tambahan, melainkan pondasi bagi generasi masa depan.

"Tantangan saat ini luar biasa, mulai dari pengaruh gadget hingga pemikiran yang menyimpang. Kami bersama rekan-rekan di Bapemperda  akan berupaya keras agar regulasi yang menjadi 'PR' bertahun-tahun ini segera digulirkan menjadi payung hukum yang jelas," ujar Dhora. Ia menambahkan bahwa meski ikhlas adalah urusan spiritual dengan Allah, urusan kesejahteraan dan keberlangsungan lembaga adalah tanggung jawab yang harus diperjuangkan oleh legislatif dan eksekutif.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Majalengka, H. Nono Suharno Ma’arif, M.Si., menekankan bahwa memuliakan guru madrasah adalah investasi jangka panjang bagi pondasi negara. Beliau mengingatkan agar kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur fisik semata.

"Pondasi sejati bangsa ini terletak pada karakter generasi mudanya, dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) adalah rahim bagi pembentukan karakter tersebut," jelas H. Nono. Ia berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi yang muncul, khususnya terkait pembenahan sarana prasarana dan peningkatan kesejahteraan guru melalui sinergi kebijakan yang kuat antara pusat dan daerah.

Menutup rangkaian aspirasi, Ir. H. Ateng Sutisna, M.B.A., menyoroti kontrasnya dedikasi luar biasa guru madrasah dengan perhatian yang mereka terima selama ini. Beliau menekankan bahwa tuntutan para guru sebenarnya sangat mendasar, yakni adanya pengakuan legal formal melalui Peraturan Daerah (Perda).

"Dengan Perda Madrasah, setidaknya ada pengakuan kedudukan bagi guru dan lulusannya. Kami juga mendesak kementerian terkait agar tidak hanya mengatur kurikulum, tetapi juga bertanggung jawab atas dampak kebijakan tersebut, seperti pengadaan buku," tegas H. Ateng. Beliau juga mendorong agar kolaborasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) kembali diperkuat untuk menyentuh langsung para pejuang pendidikan di tingkat desa.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini dihadiri pula oleh Ketua FKDT Majalengka, A. Mudhofir, S.Pd.I., M.AP., beserta para guru madrasah se-Kabupaten Majalengka. Sinergi antara gerak cepat legislator daerah seperti Dhora Darojatin dan H. Nono, yang dikawal oleh kekuatan legislator pusat Ir. H. Ateng Sutisna, memberikan harapan baru bagi masa depan pendidikan keagamaan di Majalengka.

Semoga kesatuan visi ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya kebijakan yang nyata, yang tidak hanya menghargai jasa para guru madrasah secara lisan, tetapi juga secara hukum dan ekonomi.

 

 

 

Komentar

  1. Aamiin
    Terus kawal dan suarakan harapan seluruh elemen masyarakat di akar rumpun

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...