Alam Lestari Bermula dari Ibu: Ir. H. Ateng Sutisna Ajak Emak-Emak Majalengka Jadi Pelopor Kelestarian Lingkungan
MAJALENGKA – Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem lingkungan hidup harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Semangat inilah yang melandasi gelaran talkshow inspiratif bertajuk "Alam Lestari, Bermula dari IBU" yang berlangsung khidmat di Kantor DPTD PKS Majalengka, Ahad (3/5/2026).
Acara ini menghadirkan tokoh nasional asal daerah pemilihan IX, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, anggota Komisi XII DPR-RI, serta pegiat lingkungan Umi Ririen Meidiana Sumantri, perintis Bank Sampah Unit (BSU) Wana Bestari. Ratusan kaum ibu dari berbagai latar belakang se-Kabupaten Majalengka tampak antusias memadati lokasi acara.
Dalam paparan materinya, H. Ateng Sutisna menekankan bahwa peran ibu sangat strategis dalam menekan volume sampah yang kian mengkhawatirkan. Ia mengungkapkan fakta bahwa setiap harinya masyarakat menghasilkan berton-ton sampah yang jika tidak dikelola, akan menjadi bom waktu bagi lingkungan.
"Ibu-ibu memiliki potensi luar biasa untuk menjadi manajer limbah di rumah masing-masing. Kita perlu bijak memilih, memilah, dan mengolah sampah organik maupun anorganik agar menjadi komoditi ekonomi atau produk produktif lainnya," ujar H. Ateng.
Beliau juga berbagi pengalaman saat berkunjung ke Negeri Sakura. "Di Jepang, kita sangat sulit menemukan tempat sampah di ruang publik. Bukan karena pemerintahnya tidak memfasilitasi, tapi karena masyarakatnya sudah memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Semangat inilah yang harus kita bawa ke Majalengka," tambahnya.
Senada dengan H. Ateng, Umi Ririen Meidiana Sumantri mengajak para peserta untuk segera mempraktikkan gaya hidup minim sampah (zero waste) melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten, diantaranya membawa thumbler, tas belanja mandiri dan kreatif mengolah sampah.
"Perubahan besar bermula dari botol minum yang kita bawa dan sampah dapur yang kita pilah. Ibu adalah kunci ketahanan pangan dan kelestarian alam," tegas Umi Ririen.
Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Majalengka sekaligus Anggota Komisi III DPRD Majalengka, Bunda E. Djauhar Nurfajriyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya konkret edukasi lintas komisi.
"Komisi III DPRD Majalengka menangani masalah lingkungan hidup. Kami sering menerima keluhan warga yang terdampak banjir atau pencemaran akibat kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai. Lewat gerakan 'Bermula dari Ibu' ini, kami berharap ibu-ibu menjadi pelopor yang mengedukasi keluarganya agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah," tutur Bunda Nur.
Melalui edukasi ini, diharapkan emak-emak di Majalengka tidak hanya menjadi saksi perubahan lingkungan, tetapi menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Majalengka yang lebih bersih, asri, dan lestari.




Komentar
Posting Komentar