![]() |
Hj. Yayah Qomariah bersama RKI An-Nisa gelar Takjil on the Road |
MAJALENGKA – Sore itu, Sabtu (14/03/2026), di sekitar jalan SMPN 2 Sumberjaya tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hiruk-pikuk warga yang menanti waktu berbuka, muncul para relawan dengan seragam khas hitam-oranye yang mencolok. Bukan sekadar berbagi, mereka membawa misi besar: Menghidupkan denyut kemanusiaan di bulan suci.
Adalah Hj. Yayah Qomariah, sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat, memimpin langsung aksi "Takjil on the Road" bersama jajaran Rumah Keluarga Indonesia (RKI) An-Nisa.
Warna hitam dan oranye yang melekat pada seragam mereka bukan sekadar identitas visual Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di baliknya, tersimpan filosofi pelayanan yang tak kenal lelah. Aksi ini merupakan pengejawantahan nyata dari tema Ramadhan 1447 H: "Ramadhan Bulan Kemanusiaan: Berbagi, Menguatkan, Memulihkan."
"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tapi sebagai saudara yang menguatkan. Di tengah kondisi saat ini, saling berbagi adalah obat terbaik untuk memulihkan semangat kita semua," ujar salah satu relawan di sela-sela kegiatannya.
Suasana hangat menyelimuti saat satu per satu paket takjil berpindah tangan kepada pengendara dan warga sekitar. Senyum tulus dari para penerima menjadi energi tambahan bagi Hj. Yayah dan tim RKI An-Nisa meski matahari mulai meredup.
Namun, kejutan sebenarnya justru hadir di penghujung acara. Setelah jalanan mulai sepi dan azan Maghrib berkumandang, kekeluargaan mereka semakin kental melalui tradisi Ngaliwetan.
Dengan aroma nasi liwet yang menggoda, seluruh relawan duduk, melebur dalam kesederhanaan. Momen "Ngaliwet" ini menjadi simbol bahwa dalam perjuangan melayani, tidak ada sekat antara pemimpin dan anggota. Semua setara dalam satu nampan syukur.
Kegiatan hari itu pun dipuncaki dengan Sholat Maghrib berjamaah. Di balik riuhnya aksi di jalanan, ketenangan spiritual tetap menjadi kompas utama bagi Hj. Yayah Qomariah dan RKI An-Nisa.
Aksi di Sumberjaya ini seolah menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi soal seberapa jauh tangan kita terulur untuk merangkul sesama. (MF)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar