Langsung ke konten utama

"Isu Ciremai dan Geothermal" | Oleh DR. Yunus Daud (Pakar Geothermal UI)

DR. Yunus Daud 
Pakar Geothermal UI

Mencermati berita (isu) terkait Ciremai dan geothermal hari ini, khususnya yg berjudul Gunung Ciremai dijual ke Chevron. Terlihat banyak kejanggalan dan jauh dari ilmiah. Karenanya, saya yang diberi sedikit ilmu oleh Allah setelah lebih dari 20 tahun terlibat aktif dalam penelitian geothermal dan menjadi pembicara dalam forum-forum geothermal dunia, merasa perlu meluruskan berita (isu) tersebut, dengan harapan berita (isu) tersebut tidak menyesatkan banyak orang.

"Ada berita di FB, BBM, dll. tentang penjualan gunung ciremai 60T. Saya sudah baca, dan isinya HOAX semua." (Ahmad Heryawan - Gubernur Jawa Barat) 

Geothermal adalah energi bersih yg disiapkan oleh Allah utk bangsa Indonesia (40% cadangan geothermal dunia diberikan Allah di sini, di negeri kita). Energi geothermal dapat dimanfaatkan terutama untuk membangkitkan energi listrik. Di samping dapat juga digunakan untuk pemanfaatan panas secara langsung (direct uses) seperti untuk pengeringan hasil pertanian, perkebunan, budidaya jamur, pemanasan proses pembuatan gula aren, dlsb.

Energi geothermal memiliki kadar emisi karbon sangat kecil, sehingga bisa disebut "clean energy". Bahkan pengembangan energi ini tergolong mampu menurunkan emisi karbon dunia.

Karakteristik energi ini tidak bisa diekspor, sehingga harus digunakan untuk penduduk negeri di mana geothermal itu berada. Tidak seperti minyak, gas, batubara, dan mineral yang bisa diangkut ke luar negeri.

Energi ini juga dapat diperbaharui (renewable) dengan cara menginjeksikan kembali air (kondensasi) ke dalam reservoir. Sehingga tidak merusak lingkungan. Tidak ada limbah yang dibuang ke lingkungan. Sehingga reservoir tetap stabil.

Pengelolaan energi ini telah dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia. Pertamina mengelola 15 WKP (Wilayah Kerja Panasbumi). Kamojang (Jawa Barat) terbukti mampu dikelola lebih oleh bangsa kita lebih dari 30 tahun. Sibayak (Sumut), Lahendong (Sulut), Ulubelu (Lampung) adalah contoh lain lapangana yg dikelola Pertamina. Di samping itu, Pertamina juga melakukan Kontrak Kerjasama pengelolaan lapangan milik Pertamina dengan Chevron (di Salak dan Darajat), dengan Star Energy di Wayang Windu (Jabar).

Bangsa Indonesia sendiri telah mampu mendidik anak bangsa dalam mengelola sumberdaya geothermal. Sebagai contoh, UI telah lama memiliki Lab Geothermal, Program S1 Kekhususan Geothermal dan Program Magister Eksplorasi Geothermal, juga ITB dengan Program Magister Panasbumi dan UGM dengan Pusat Riset Panasbumi.

Proses pengelolaan sumberdaya geothermal dimulai dari proses tender terbuka yang melibatkan kepanitiaan dari unsur Pemerintah (Pusat dan daerah) dan Perguruan Tinggi. Pemerintah Pusat bila geothermal terletak di dua propinsi atau lebih, Pemerintah Propinsi bila terletak di dua Kabupaten atau lebih, Pemerintah Kabupaten/Kota bila geothermal terletak di satu wilayah Kabupaten/Kota.

Investasi dalam pengembangan geothermal lumayan besar, sehingga perlu menggandeng investor asing. Di samping itu Pemerintah daerah juga berupaya untuk memiliki sharing dalam pengelolaan geothermal. Pemprov Nangroe Aceh Darussalam juga mensyaratkan keterlibatan dan sharing kepemilikan Pemprov dalam tender geothermal di Seulawah. Jawa Barat juga melakukan hal yang sama dalam beberapa lapangan yang baru akan dikembangkan, seperti di Cisolok-Cisukarame (Sukabumi) dan Tampomas (Sumedang).

Jadi energi ini telah disiapkan oleh Yang Maha Pencipta agar bangsa Indonesia dapat mencukupi kebutuhan energinya ke depan. Jika tidak, energi ini akan hilang sia-sia tanpa bisa diekspor. Wallaahu a'lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Dukung Pelestarian Budaya dan Genetik Domba, Ika Purnama Alam Hadiri Kontes Ketangkasan Domba Garut

  Majalengka -  Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) DPC Majalengka menggelar acara Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Piala DPD dan Kualifikasi Piala Presiden. Pada tahun 2023 ini, Majalengka menjadi tuan rumah putaran 8 terakhir Se-Jawa Barat (22-23/07). Hari Pertama Kegiatan Kontes Ketangkasan  Domba Garut Kontes Domba Kambing ini diselenggarakan sebagai bentuk perayaan Hari Jadi Majalengka Ke-533 dan dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Perwakilan Polres Majalengka, Kadis Budpar, Ika Purnama Alam (Aleg F-PKS / Dewan Pembina HPDKI), Camat Dawuan, Polsek Dawuan, Danramil Dawuan, DPD HPDKI Jabar, Pengurus DPC HPDKI Majalengka, serta Peternak Domba Garut Se-Jawa Barat dari pemengpek Garut, Pelabuan Ratu, Sukabumi, Banten, Majalaya, Bandung dan lainnya. Hari Kedua Pelaksanaan Kontes Ketangkasan Domba Garut Ika berharap, acara ini dapat menjadi ajang pelestarian budaya dan genetik domba garut yang menjadi identitas domba Jawa Barat, meningkatkan m...

Safari Ifthor PKS: Sinergi H. Ateng dan Kang Dehan Berdayakan Ekonomi Warga Majalengka

Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa,  tapi ada misi pemberdayaan ekonomi yang dibawa    MAJALENGKA – Semangat kebersamaan dan konsolidasi struktural menyelimuti kegiatan Safari Ifthor Jama’i Ramadhan 1447 H yang digelar DPD PKS Majalengka di Daerah Pemilihan (Dapil) 5. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi ajang penguatan visi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus konsolidasi akar rumput.  Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR-RI dari Fraksi PKS, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA. , didampingi Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, dr. H. Encep Sugiana . Kehadiran para pimpinan DPTD PKS Majalengka, pengurus DPC, hingga jajaran ranting (DPRa) menambah kekompakan agenda buka puasa bersama ini. Dalam arahannya, H. Ateng Sutisna menyoroti besarnya peluang ekonomi di wilayah Dapil 5 yang mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga kepemudaan. Beliau mendorong kader dan masyarakat untuk membentuk komunitas-komunitas produktif yang mampu mengelola potensi lokal sec...