Langsung ke konten utama

PKS MELAWAN...???









 Oleh : HERDIS, SE
(Ketua DPC PKS Ligung – Majalengka)

“PKS Melawan” itulah judul yang diberikan Presenter tvone Karni Ilyas dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada 11 Juni 2013 lalu, judul yang diberikan ini relativ masih lebih halus dibandingkan dengan PKS Membangkang.
Seperti halnya yang sering kita saksikan di layar kaca beberapa bulan terakhir ini terutama di MetroTV dan Tvone bahkan di media-media Cetak seperti halnya Koran dan Majalah juga di situs jaringan sosial / Internet seolah-olah PKS sedang menjadi sorotan dan menjadi bahan pemberitaan yang selalu dikejar orang untuk mengetahuinya, hal ini tidak terlepas juga dari peran serta KPK yang selau mengait-ngaitkan PKS terhadap hal-hal yang belum jelas sehingga terkesan membingungkan Masyarakat, bahkan tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya “sebetulnya PKS salah enggak si.?”
Namun apapun Judul yang diberikan itu tidaklah begitu penting bagi PKS karena apapun yang dilakukan PKS selama ini adalah telah melalui berbagai pertimbangan dan bermaksud untuk kepentingan hajat hidup orang banyak, seperti halnya yang dilakukan PKS baru-baru ini disaat PKS sedang diguncang dengan permasalahan yang tidak jelas ujung pangkalnya, disaat PKS sedang di bombardir Media masa dengan berita-berita yang terkesan dipaksakan dan sangat dipertanyakan kebenaranya, disaat PKS sedang dicerca bahkan dicaci maki oleh orang-orang yang terpropokasi oleh Media masa, bahkan disaat PKS sedang seolah-olah dikeroyok Partai-partai yang ketakutan jika PKS menjadi Besar. PKS berani bersilang Pendapat dengan teman-teman Partainya yang tergabung dalam Koalisi yaitu PKS Menolak rencana Pemerintah untuk menaikan Harga BBM, dan PKS adalah satu-satunya Partai Koalisi yang menentang kebijakan Pemerintah untuk menaikan harga BBM apapun konsekwensinya diantaranya PKS dikeluarkan dari Koalisi dan 3 Mentri dari PKS yang ada dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 di ganti. Kenapa PKS menentang kebijakan Pemerintah tersebut.? Salah satu alasannya adalah “Karena kebijakan tersebut tidak masuk akal” bahkan menurut Direktur BI sendiri mengatakan bahwa Kebijakan Pemerintah menaikan Harga BBM di bulan juni ini tidaklah tepat. Sementara dari sudut Demokrasi sendiri sangatlah wajar bila PKS ataupun yang lainnya memiliki Pendapat yang berbeda, jadi kenapa PKS mesti di persalahkan...? Kemudian jika Koalisi ini dibangun hanya untuk mengikuti apa kata Bapak, maka apa gunanya ada Wakil Rakyat...? bila demikian adanya maka benarlah lagu iwan fals yang berjudul Surat buat Wakil Rakyat “hanya tau nyanyian lagu Setuju” Jadi kita sangat miris sekai dengan ucapan yang dilontarkan oleh Nurhayati Ali Asegaf dari Partai Demokrat yang seolah-olah Berbeda Pendapat dalam Koalisi itu tidak Boleh...???
Mungkin tidak sedikit Masyarakat bahkan Politisi lain yang bertanya-tanya, kenapa PKS begitu berani mengambil sikap seperti itu dengan berbagai Risiko yang akan dihadapi.?
Ada juga yang bertanya-tanya kenapa Kader-kader PKS begitu kuat memegang prinsip sehingga walaupun akhir-akhir ini PKS dibombardir oleh isu-isu negatif tapi PKS tetap Utuh.? Sampai-sampai ada Pengamat Politik yang mengatakan bahwa Kader PKS telah dicuci Otak atau Kader PKS terlalu Taklid, bahkan  ada juga yang asbun (asal bunyi) yang mengatakan PKS sarang teroris dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ternyata bagi Kader PKS mudah saja untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas
   1.  Karena PKS ini adalah Partai yang beda dari Partai-partai kebanyakan di Indonesia.
  2.  Kader PKS ini adalah kader yang selalu dibina secara intensif sehingga mampu menyaring informasi-   informasi yang ada, mampu membedakan mana kebenaran dan mana yang tidak.
  3.   Tujuan Partai dan Kader PKS bukanlah hanya di Dunia semata sehingga risiko apapun di Dunia ini akan dihadapinya demi untuk kemenangan dakwah.
  4.  Bagi PKS ada Pengadilan selain Pengadilan di Dunia ini sehingga ketika dirasa pengadilan di Nagri ini sudah tidak berpihak kepada kebenaran PKS tetap tegar.
 5.Bagi Kader PKS ada Kemenangan selain Kemenangan di Dunia ini sehingga sebagaimanapun sangkaan negatif manusia di dunia ini tidak berpengaruh terhadap Kinerja PKS.
  6. Bagi Kader PKS Partai hanyalah kendaraan untuk mencapai Keadilan dan Kesejahteraan yang di Ridhai Allah maka dalam situasi seperti apapun Kader PKS akan tetap berkarya bagi kemaslahatan Umat Manusia.
  7.Bagi Kader PKS segala aktifitas yang dilakukan adalah Ibadah kepada sang Pencipta sehingga tak segan-segan Kader PKS mengorbankan Harta, Tenaga maupu Fikirannya untuk PKS ini.
Maka Kader-kader PKS akan terus bekerja sekalipun manusia mencibirnya, karena Allah akan menghargainya.
Itulah yang membuat PKS ini tetap Utuh, semakin PKS di sudutkan maka semakin Kuat juga Mental Kader-kader PKS... Silahkan saja manusia berprasangka negatif terhadap PKS karena manusia-hanyalah manusia, sementara yang mengetahui segala-galanya hanyalah Allah SWT... Di dunia ini Benar-Salah bisa saja diputar balikan, tapi ada Allah yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Mungkin sekarang PKS sedang diadili oleh KPK tapi suatu saat nanti KPK lah yang akan diadili oleh yang Maha Adil...!

Wallohua’lam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...