Langsung ke konten utama

Ketua AEPI Ungkap Kebohongan SBY yang Berlapis Soal Menaikkan BBM


Ada berlapis lapis kebohongan yang dilakukan oleh Pemerintahan SBY sebagai alasan menaikkan harga BBM. Kebohongan yang bermuara korupsi dalam bisnis BBM yang melibatkan  Presiden, Menteri Keuangan, Pertamina, Petral, untuk memperkaya diri pribadi dan keluarga, dan memperkaya perusahaan asing yang menerima limpahan dana bagi hasil minyak dan dana cost recovery.

Demikian disampaikan oleh Ketua Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta Salamuddin Daeng, Jum'at (31/5) kepada Tambangnews.com.

Menurut Daeng, diantara kebohongan tersebut kadang tentang jebolnya APBN. Padahal faktanya APBN Indonesia tidak pernah turun, APBN selalu meningkat pesat setiap tahun. Pemerintah selalu menaikkan pajak, cukai dan berbagai pungutan untuk menaikkan APBN setiap tahun. Pemerintah juga menambah utang luar negeri untuk menaikkan APBN setiap tahun. Namun sistem APBN ini pelit untuk rakyat, loyal kepada penguasa, pengusaha dan asing.

"Padahal faktanya APBN telah meningkat pesat selama 9 tahun SBY berkuasa. Tahun 2005 APBN sebesar (Rp 509 triliun), 2012 sebesar (Rp 1.435 trilun), tahun 2013 sebesar (Rp 1,683 triliun). Tahun 2014 pemerintah menargetkan APBN hingga mencapai Rp. 1900 triliun. Namun peningkatan APBN diikuti peningkatan gaji pejabat, juga meningkatnya korupsi," ungkapnya.

Kebohongan yang lain kadang tentang APBN defisit, padahal faktanya sistem dalam APBN memang dibuat defisit agar pemerintah dapat menambah utang, agar makelar utang terus mendapatkan pekerjaan dan pendapatan dari kebiasaan negara berhutang, agar DPR tetap dapat merampok APBN memainkan angka defisit, memainkan APBNP, dan lain sebagainya.

Padahal defisit adalah kesengajaan sebagai stretegi menumpuk utang, sementara tumpukan utang telah membebani rakyat. Tahun ini, pemerintah berencana membayar cicilan pokok dan bunga utang dengan total Rp 175,9 triliun. Sebesar Rp 68,16 triliun berupa cicilan pokok utang luar negeri dan Rp 117,785 triliun berupa cicilan bunga. Demikian data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang dikutip, Senin (18/6/2012).

Dijelaskan oleh matan kandidat ketua Jatam ini, kebohongan kadang tentang dana subsidi BBM yang dicabut akan dikembalikan untuk rakyat miskin. Padahal faktanya bantuan untuk rakyat miskin diambil dari program utang luar negeri "cash transfer, beras miskin, PNPM, yang diambil dari bank Dunia dan ADB". Faktanya pencabutan Subsidi karena desakan  Bank Dunia, ADB dan negara-negara maju.

Padahal negara-negara maju masih mensubsudi BBM. Data International Monetary Fund (IMF) sendiri menunjukkan 176 negara masih memberikan subsidi energi, totalnya senilai US $1,9 triliun, setara dengan   2½ percent PDB dunia.

Adapun yang paling besar adalah ; United States sebesar $502 billion,  setara hampir 3 kali APBN Indonesia China sebesar $279 billion,  setara hampir 2 kali APBN Indonesi. Russia sebesar $ 116 billion setara 9 kali subsidi BBM Indonesia. Subsidi BBM di negara maju ini terkait erat dengan kebijakan industri dan perdagangan mereka. Tingginya subsidi BBM menyebabkan industri mereka dapat bersaing secara internasional.

"Berapa subsidi BBM di Indonesia ? meski angkanya dicurigai bohong oleh banyak pihak pemerintah telah mengklaim angka subsidi yang dikeluarkan sebesar Rp 193 trliun dalam tahun 2013. Jika subsidi ini benar dan dibandingkan denga PDB Indonesia yang katanya akan tumbuh 6 persen sehingga mencapai US $ 1 trilun pada 2013, maka subsidi hanya 1,9 % PDB, atau jauh dibawah rata-rata dunia sebesar 2,5 persen PDB. Indonesia mestinya dapat melakukan subsidi lebih tinggi karena merupakan negara penghasil energi terkemuka." jelasnya.

Ada kecendrungan semua karut marut pengelolaan energi yang menyebabkan hancurnya produksi minyak nasional, penguasaan hulu migas oleh asing, yang menyebabkan rendahnya pendapat negara dari migas, sehingga dapat menjadi alasan untuk mencabut subsidi. Dengan pencabutan subsidi dan BBM dijual dengan harga pasar maka asing akan menguasai penjualan BBM dalam negeri.

Kebohongan selanjutnya adalah ketidakterusterangan pemerintah bahwa kenaikan BBM yang dipaksakan disaat tidak ada gejolak harga BBM internasional, tidak ada gejolak dalam nilai tukar rupiah terhadap US dolar, adalah untuk menjadi sesajen dari dua pertemuan yang disponsori oleh kapitalis internasional yaitu pertemuan APEC Oktober 2013 di Bali dan pertemuan WTO Desember 2013 di Bali.

"Kebohongan yang sangat sering dilakukan adalah menyatakan bahwa pencabutan subsidi dilakukan agara dana subsidi dapat dialihkan untuk infrastruktur. Mengingat kondisi infrastruktur nasional saat ini mulai dari infrastuktur pertanian, jalam-jalan, pelabuhan, infrstruktur perdagangan domestik rusak parah," terangnya

Padahal konsep pembangunan infrastruktur nasional saat ini telah dipersembahkan bagi perusahaan keuangan internasional, bagi investasi swasta melalui Publik Private Partnership (PPP). Kerusakan infrastruktur menjadi alasan untuk memburu investsi asing dan utang luar negeri. Dimasa depan infrastruktur publik akan diprivatisasi dan dikomersialisasi sebagai komoditi perdagangan. Publik akan dipaksa membayar sangat mahal untuk mendapatkan layanan infrastuktur.

Ratusan proyek infrastruktur tengah dirancang oleh pemerintah melalui mega proyek MP3EI. Proyek-proyek tersebut siap dijual kepada asing, kepada perushaaan-perusahaan keuangan internasional. Nilai proyek-proyek tersebut sangat besar.

"Sementara dana APBN hanya difokuskan untuk pembiayaan rutin, gaji pegawai negeri DPR, anggaran perjalanan dinas yang jumlahnya konsiten 70-80 % dari total APBN. Sisi lain pemerintah berbohong menyatakan tidak memiliki kemampuan untuk membiayai sektor publik." pungkas putera Sumbawa ini.[tambangnews]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Dukung Pelestarian Budaya dan Genetik Domba, Ika Purnama Alam Hadiri Kontes Ketangkasan Domba Garut

  Majalengka -  Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) DPC Majalengka menggelar acara Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) Piala DPD dan Kualifikasi Piala Presiden. Pada tahun 2023 ini, Majalengka menjadi tuan rumah putaran 8 terakhir Se-Jawa Barat (22-23/07). Hari Pertama Kegiatan Kontes Ketangkasan  Domba Garut Kontes Domba Kambing ini diselenggarakan sebagai bentuk perayaan Hari Jadi Majalengka Ke-533 dan dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Perwakilan Polres Majalengka, Kadis Budpar, Ika Purnama Alam (Aleg F-PKS / Dewan Pembina HPDKI), Camat Dawuan, Polsek Dawuan, Danramil Dawuan, DPD HPDKI Jabar, Pengurus DPC HPDKI Majalengka, serta Peternak Domba Garut Se-Jawa Barat dari pemengpek Garut, Pelabuan Ratu, Sukabumi, Banten, Majalaya, Bandung dan lainnya. Hari Kedua Pelaksanaan Kontes Ketangkasan Domba Garut Ika berharap, acara ini dapat menjadi ajang pelestarian budaya dan genetik domba garut yang menjadi identitas domba Jawa Barat, meningkatkan m...

Fraksi PKS DPRD Geram, Bupati Majalengka Tak Hadiri Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terkait Raperda

  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2022/SabaCirebon /   Fraksi   PKS   DPRD Majalengka  dibuat geram oleh  Bupati  Majalengka, Karna Sobahi. Pasalnya, dalam  rapat  paripurna yang beragendakan pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2022 pada Senin (3/7/2023) kemarin, orang nomor satu di kota angin itu justru tak hadir. Kehadiran  Bupati  diwakili oleh Wakil  Bupati  Majalengka Tarsono D Mardiana dan Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Eman Suherman. Saat dikonfirmasi, anggota fraksi  PKS  yang juga sebagai orang pembaca pandangan umum fraksinya, Deni Koharuddin mengatakan, sejatinya pandangan umum fraksinya disampaikan secara normatif. Namun insiden terjadi kala dirinya menegur Ketua DPRD dan Wakil  Bupati  melihat  Bupati  tak hadir, sebelum pembacaan itu dimulai. "Panda...