Langsung ke konten utama

Cerewetnya Istri Adalah Bait-Bait Cinta yang Merdu

Apa seorang suami yang garang di luar, namun pendiam di rumah karena istrinya cerewet dikategorikan "Suami-suami Takut Istri"?

Kalau boleh saya jawab, TIDAK!

"Cerewet" yang bagi sebagian kita adalah perilaku menyebalkan, nyatanya fitrah yang Allah berikan kepada isteri kita.

Dahulu, di masa Khalifah 'Umar ibn Khaththab, ada seorang lelaki yang hendak mengadukan isterinya yang cerewet kepada Khalifah.

Namun, belum sempat mengetuk pintu rumah 'Umar, ia terdiam. Ternyata ia juga mendengar 'Umar sedang dicelotehi istrinya.

Beberapa hari kemudian ketika lelaki itu bertemu dengan 'Umar, ia menceritakan semuanya. Termasuk apa yang ia dengar di rumah 'Umar. 'Umar tersenyum dan menjawab, "Saudaraku, sesungguhnya isteri kita sudah lelah. Kewajibannya mengurus kita dan anak-anak kita. Maka biarkan ia meluapkan sedikit kepada kita."

Allahu Akbar!

Kita bisa lihat, bagaimana seorang 'Umar saja, yang dalam banyak riwayat dikatakan Sahabat Nabi yang paling disegani (bahkan syaithan saja lari ketika mendengar terompah beliau dari jarak sekian jauh), nyatanya ketika di rumah tidak lebih "cerewet" dari istrinya.

Maka, tinggal bagaimana kita menerjemahkannya. Cerewetnya isteri kita pertanda ia masih cinta. Masih peduli. Masih menjadi teman hidup yang setia untuk kita.

Kalau kita menyukai warna hijau, tak perlu mengecat seluruh dunia dengan warna hijau. Cukup pakailah kacamata hijau, maka dunia pun akan berwarna hijau untuk kita. Cerewet tidaknya seorang isteri, tinggal bagaimana suami menerjemahkannya. Anggap saja itu adalah bait-bait cinta yang merdu di telinga. Di mana kita beruntung karena masih bisa mendengarnya. (pm/pkspiyungan.org) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rakerda PKS Majalengka 2025: Sinergi Anak Muda, Kepedulian Disabilitas, dan 8 Program Unggulan "Solid, Bergerak, Melayani"

  (Suasana Serba Orange di Rakerda PKS Majalengka tahun 2025) MAJALENGKA – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Majalengka sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Bertempat di Aula DPD PKS Majalengka, kegiatan ini mengusung tema besar "Solid, Bergerak, Melayani" . Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Ust. H. Hari Suswono (Sekretaris MPW PKS Jawa Barat) Ir. H. Ateng Sutisna (Anggota DPR-RI) dr. H. Encep Sugiana (Anggota DPRD Jawa Barat) Kang Deden Hardian Narayanto (Kang Dehan) (Ketua DPD PKS Majalengka & Wakil Ketua 1 DPRD Majalengka) Seluruh Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PKS. Struktur DPD (Kabid & Sekbid) serta Ketua DPC dari 26 kecamatan se-Majalengka. (Penampilan Angklung oleh Anak Istimewa SLB) Salah satu momen paling menyentuh dalam Rakerda kali ini adalah kehadiran anak-anak istimewa dari SLB Negeri dan SLB Swasta di Majalengka. Sebagai bentuk nyata kepedulian PKS...

Suarakan Kegalauan Tenaga Paruh Waktu, Anggota DPRD Majalengka Cegat Bupati Usai Paripurna

  Sampaikan Jeritan Tenaga Paruh Waktu, Bunda Dhora  Minta Bupati Majalengka Beri Kepastian MAJALENGKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Dhora Darojatin, M.Kes., secara langsung menyampaikan aspirasi dan kerisauan para tenaga kerja paruh waktu kepada Bupati Majalengka, Eman Suherman. Momen krusial ini terjadi sesaat setelah penutupan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka hari ini, Rabu (20/5). Langkah proaktif ini diambil Dhora setelah dirinya melakukan agenda silaturahmi dan menyerap aspirasi dari Pengurus IBI Ranting Talaga dan Ranting Bantarujeg. Dalam pertemuan tersebut, para tenaga kesehatan mengeluhkan beban psikologis dan ketidakpastian yang mereka hadapi akibat sistem perpanjangan kontrak yang harus dilakukan setiap tahun. Sebagai informasi, di Kabupaten Majalengka sendiri saat ini tercatat ada sekitar 168 bidan yang berstatus sebagai tenaga kerja paruh waktu. "Kemarin saya bersilaturahmi dengan Pengurus IBI Ranting Talaga ...

Redam Keresahan Warga Ranca Keong, Kang Dehan Tengahi Polemik Galian C di Jatimulya

  MAJALENGKA – Persoalan aktivitas Galian C di Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat memicu keresahan warga sejak Desember 2025, Kang Dehan hadir sebagai penengah untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak pengusaha, guna mencari solusi terbaik bagi semua pihak. Berawal dari kedatangan perwakilan warga Blok Ranca Keong, Desa Jatimulya, ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Majalengka, Kang Dehan menengahi permasalahan aktivitas Galian C yang meresahkan masyarakat Kecamatan Kasokandel.  Dalam pertemuan di Gedung DPRD tersebut, keresahan warga bermula dari adanya aktivitas pertambangan di sebelah timur pemukiman yang dianggap tidak transparan. Selain masalah perizinan yang belum jelas, warga mengeluhkan ketiadaan sosialisasi awal serta dampak lingkungan yang mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Mendengar keluhan dari masyarakat, Kang Dehan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Satpol PP...