Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

ir. Ridho Budiman Utama : 2016 Ajuan Proposal Masyarakat Harus Masuk RKPD Online

Ridho Budiman saat melakukan reses di Mie SP jl. KH. Abdul Halim Majalengka, Senin (23/2) Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ridho Budiman Utama menggelar reses lebih awal di tahun 2015 ini. Pasalnya, Pemprov Jawa Barat akan menghadapi tahun anggaran baru melalui Musrenbang tingkat Provinsi Jawa Barat. "Jadi Reses I tahun sidang 2015 sengaja dimajukan ke 20-27 Februari 2015 agar bisa menampung aspirasi dari hasil Musrembang," ujarnya di Mie SP Jalan KH. Abdul Halim Majalengka. Senin (23/2). Menurutnya, hasil jaring aspirasi masyarakat melakui reses untuk tahun anggaran 2016 harus di ajukan melalui RKPD Online, yaitu suatu sistem online untuk menyimpan data usulan berupa proposal dari masyarakat. "Masyarakat bisa mengaksesnya di situs yang beralamat di http://rkpdjabaronline. jabarprov.go.id ," katanya. Biasanya ajuan dari masyarakat berupa proposal secara manual, akan tetapi untuk tahun anggaran 2016 akan menggunakan sistem online...

"Mengevaluasi Efek Tarbiyah Kita"

Oleh Mohammad Irfan * 1. Tarbiyah itu bermakna; tumbuh, berkembang, merawat 2. Artinya Tarbiyah itu selalu menghasilkan yang lebih baik dari waktu ke waktu 3. Dalam konteks Dakwah, Tarbiyah itu harusnya punya dampak perubahan (taghyir) dan mewarnai (shibghah) 4. Perubahan atau warna pada pribadi, keluarga, masyarakat, aturan/hukum, Negara dan dunia (tertib amal dakwah) 5. Jadi secara manhaj, Tarbiyah itu bukan hanya sekedar membentuk Pribadi Muslim, tetapi juga merubah masyarakat dan negara 6. Manhaj Tarbiyah 1433 Hijriyah adalah Manhaj terkini, sudah melalui evaluasi manhaj-manhaj sebelumnya… 7. Waktu Saya baru Tarbiyah di awal 1990-an Manhaj Tarbiyah kita baru mengenal T1 dan T2 8. T1 itu untuk Materi Tarbiyah dlm membentuk Syakhsiyah Islamiyah, T2 itu untuk Materi Tarbiyah dlm membentuk Syakhsiyah Daiyah 9. Coba deh lihat lagi Buku Materi Tarbiyah susunan DR Irwan Prayitno, itu memuat materi T1 dan T2… 10. Di Manhaj 1433 H, Visi Tarbiyah sudah berkembang dan me...

"Mengapa Harus Salah, HTI?"

"Mengapa Harus Salah, HTI?" Oleh Yusuf Maulana (Kolomnis Islampos, tinggal di Yogyakarta) DARI seorang aktivis dakwah saya mendapatkan berita itu: sebagian petinggi Hizbut-Tahrir Indonesia (HTI) di Yogyakarta memilih Joko Widodo sebagai calon presiden. Berita yang nyaris tidak saya percaya sampai saya harus meminta sang aktivis itu bersumpah. Berita itu diperolehnya dari salah satu petinggi HTI Yogyakarta. Walaupun secara jamaah dan pribadi si petinggi itu memilih golput, beberapa koleganya di HTI mendukung Jokowi. Sebuah putusan yang berbeda dengan umumnya para aktivis harakah, bahkan kalangan yang selama ini menolak demokrasi sekalipun. Tidak hanya sumpah yang membuat saya (terpaksa) percaya, namun juga aktivitas sang teman juga tidak bisa membuat saya bergeming. Sebagai pegiat hisab dan rukyah, dia tidak dilatih untuk berhati-hati sehingga amat tidak mungkin berdusta. Amat cacat bila ia menelikung berita ini, sementara aktivitasnya selaku pemandu uma...

Banjir Solo, PKS Desak Pemkot Cepat Tanggap

Solo (20/2) - Hujan deras yang mengguyur Kota Solo sepanjang Kamis (19/2) sore hingga malam, membuat sejumlah wilayah di Solo terendam banjir. Dari pantauan tim Kepanduan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, banjir sudah mulai menggenangi tiga wilayah kecamatan yaitu Pasar Kliwon, Serengan dan Jebres. Sementara ratusan warga mulai mengungsi. Anggota Fraksi PKS DPRD Solo, Quatly Alkatiri usai memantau langsung lokasi banjir mengatakan, pihaknya segera mengadakan koordinasi dengan pihak Departemen Pekerjaan Umum (DPU) di pintu air Demangan. Menurutnya, perlu segera ada penanganan dari pemerintah kota (pemkot) untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti nasi bungkus, tenda darurat dan dapur umum. "Sekarang yang diperlukan penanganan segera dari pemkot adalah nasi bungkus untuk warga yang mengungsi, baik untuk sarapan, makan siang dan seterusnya. Dapur umum dan tenda-tenda darurat harus segera disiapkan," kata legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Pasar K...

Kekasih Allah "Manusia Langit" yang Tak Dikenal

Sekali-kali jangan pernah merasa diri lebih tinggi, lebih besar, lebih fakih, lebih berilmu, dan lebih banyak amal, karena kita tidak tahu orang di sekeliling kita. Bisa jadi dia biasa-biasa saja, berpenampilan sederhana, bahkan di masyarakat hanya dipandang sebelah mata, tetapi ternyata berhati mulia dan termasuk pribadi bertakwa di sisiNya. Ada cerita indah dan menarik, sekaligus menakjubkan, ketika membaca kisah yang dituliskan ustadz Salim A Fillah dalam bukunya "Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta" pada halaman 448-449. Tulisnya dalam buku itu, "Suatu malam, Ustaz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur." Ustadz Salim melanjutkan,“Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni (1) jangan pernah menyakiti dan (2) hati-hati memberi makan istri." “Antum pasti tanya,” kemba...

PKS Umumkan Tiga Kandidat Calon Walikota Depok 2015-2020

Depok (20/2) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadian Sejahtera (PKS) Kota Depok telah menetapkan tiga nama bakal calon Walikota Depok periode 2015-2020. Ketiga nama bakal calon itu adalah Wakil Walikota Depok yang sedang menjabat KH Idris Abdul Shomad, Ketua DPD PKS Kota Depok Supariyono dan mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat 2009-2014 Imam Budi Hartono. “Tiga nama ini akan kita lempar ke publik. Elektabilitas dan popularitas mereka di masyarakat juga akan menjadi variabel yang menentukan siapa diantara tiga nama itu yang layak,” jelas Ketua Bidang Kebijakan Publik DPD PKS Depok, Muttaqin, Kamis (19/02). Sebelumnya, DPD PKS Kota Depok telah menggelar Pemilu Raya (Pemira) PKS untuk menentukan calon Walikota Depok pada Agustus 2014 lalu. Kader PKS berhak memilih dari tujuh nama yang dikeluarkan PKS. Ketujuh nama tersebut adalah Ketua DPD PKS Depok Supariyono, Mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Jawa Barat 2009-2014 Imam Budi Hartono, mantan Menteri Komunikasi dan...

PKS Dirikan 30 Posko dan Siapkan "Relawan Siaga" Bantu Korban Banjir Jakarta

Relawan PKS membawa pasokan bantuan untuk korban banjir Warakas, Tanjung Priok (Kamis, 12/2/2015) Jakarta - Hujan yang mengguyur DKI Jakarta sejak Sabtu (8/2) malam menyebabkan musibah banjir kembali terjadi di beberapa titik Ibukota. Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DKI Jakarta melalui Bidang Lembaga Sosial (Lemsos) meminta kepada seluruh pengurus di tingkat ranting dan cabang yang terkena musibah banjir untuk mendirikan posko bantuan. Demikian disampaikan Komandan Posko Utama Finni Anggraeni Liveta, Rabu (11/2) di Kemayoran, Jakarta Pusat. Lebih jauh Finni mengatakan kader-kader dan relawan PKS diminta untuk siaga membantu korban bencana banjir. “Banyak diantara kader membantu secara optimal, baik dana dan bantuan lainnya, juga memanfaatkan jaringan lembaga sosial untuk membantu tanggap darurat banjir ini,” tuturnya. Kerjasama juga dilakukan dengan pihak pemerintah setempat, seperti Kelurahan dan Kecamatan, dengan membantu mendistribusik...

Gubernur Sibuk, Kapan Tilawahnya?

Enaknya paham Bahasa Arab ya itu! Menjadi mudah untuk hafal, dan memahami Alquran. Tilawah, kesyahduan membacanya betul-betul dapat menjadi rekreasi jiwa, kelihatannya luruh seketika letih dunianya. Sepertinya ringan sekali, obrolan-obrolan ringan syarat makna dari beliau, diselingi dan di-ekstrak dari ayat ayat Alquran. Sampai pada pidato resmi di Gedung Sate, tidak sulit mencari makna-makna dari Alquran yang sesuai dengan tema yang sedang dibawakan. Ayat-Ayat kitab suci ini tidak lagi hanya dipakai pada ceramah keagamaan, sekarang sudah dipakai sebagai literatur mengurus pemerintahan. Tidak sulit menemukan Kang Aher sedang membaca Alquran; di pesawat, kereta api, di mobil. Spesial jadinya kalau ba’da dzuhur sesekali kemi dapat mendengar merdu lantunan tilawahnya dari masjid. Kesimpulan ringan kami, Kang Aher tidak pernah menunggu luang waktunya cukup panjang untuk membersamai Alquran karena sulit menyediakan waktu seluang itu. Sibuk, beliau harus menjalani kehidupan sebagai seoran...

Mbah Tedjo: Anakku, Kalau Pilih Cowok Usahakan Muslim, Minimal PKS

Sujiwo Tedjo memainkan perannya sebagai dalang pada Pembukaan Rapat Kerja (raker) Fraksi PKS, di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (30/1).  "Anakku, Kau Kalau Pilih Cowok Usahakan Muslim, Minimal PKS!" itulah humor seorang budayawan sekaligus pengamat politik. Sontak saja, humor Sujiwo disambut dengan gelak tawa seluruh peserta raker Fraksi PKS. Melalui pertunjukan wayang kulit yang singkat, Mbah Tedjo, demikian sapaan akrab Sujiwo Tedjo, menyampaikan harapan agar PKS menjadi partai yang disegani masyarakat dan menerima seluruh lapisan dari beragam latar agama. Mbah Tedjo mengaku, dirinya merasa terkejut ketika undangan yang datang padanya ternyata dari PKS. Namun, setelah dia mengecek kembali, barulah dia yakin undangan tersebut berasal dari PKS. "Saya tidak percaya diundang PKS, apalagi wayang yang imejnya masih ada kejawen-kejawennya, maka ketika diundang saya tolong minta dicek dua kali, ternyata benar PKS," ungkapnya sambil tertawa ringan. Usai ...

Super Kader: Punya 12 Liqo, 3 Istri, dan Anggota Dewan

Menjadi anggota DPRD Provinsi, kira-kira apa bayangan anda tentang sosok dirinya? Sibuk, sangat banyak urusan dan pekerjaan, sangat padat jadwal agenda harian. Saya kira seperti bayangan kita, dan memang senyatanya juga demikian. Anggota dewan provinsi tentu sangat padat kegiatan, waktunya habis untuk menunaikan amanah dan sering merasa kekurangan waktu untuk mengerjakan hal-hal lainnya. Maklum, sebagai wakil rakyat tentu ada sangat banyak hak harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Namun benarkah kesibukan menjadi anggota DPRD membuat seseorang kader tidak lagi memiliki waktu untuk hal-hal lain di luar tugas pokok dan fungsinya sebagai legislator? Karena terlalu sibuk di dewan dan sudah memiliki amanah berdakwah di dewan, sehingga mendapat permakluman untuk tidak melaksanakan beberapa tugas lainnya sebagai kader dakwah. Misalnya dimaklumi untuk tidak melakukan pembinaan tarbawiyah walau hanya satu kelompok binaan pun. Dimaklumi untuk tidak hadir tepat waktu dalam agenda rapat ru...

Aher: Ciptakan Mental Pengusaha Sejak Dini

Sukabumi (2/2) - Jumlah pengusaha di Indonesia masih belum berbanding lurus dengan jumlah penduduknya, yaitu pada kisaran sekitar 1,2%. Karenanya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menginginkan agar tercipta mental pengusaha dari sejak dini. Hal ini diungkapkannya saat meresmikan Mesjid Binaul Khoir, Gedung Baros Futsal, sekaligus peletakan batu pertama Markaz DPD PKS Kota Sukabumi, Ahad (01/02).   Menurut gubernur yang akrab disapa Aher ini, keberadaan pengusaha itu sangat penting karena bisa menciptakan lapangan usaha baru yang akan menuntaskan masalah pengangguran.    “Contohnya di Korea itu pengusaha sangat banyak sehingga menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat banyak. Bahkan lapangan kerja dan angkatan kerja lebih banyak lapangan pekerjaan. Akibatnya mencari tenaga kerja dari luar. Di kita lapangan kerja dengan angkatan kerja lebih banyak angkatan kerja. Maka pengangguran terjadi. Dan langkah yang paling efektif mengatasi hal tesebut adalah menumbuhkan pe...

Aher Dorong Ki Sunda Berprestasi Tentukan Masa Depan Bangsa

BANDUNG (1/2) - Suku Sunda merupakan suku bangsa kedua terbesar setelah Jawa di Indonesia. Namun, peran orang Sunda atau Ki Sunda masih belum cukup signifikan di kancah Nasional. Menurut beberapa Tokoh Sunda, kondisi ini disebabkan antara lain orang Sunda terkenal kurang  daria  (kurang serius),  pa aing aing (merasa benar sendiri), dan beberapa hal lain. Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) merasa perlu untuk mengajak masyarakat Jabar, khususnya Ki Sunda, lebih bersemangat menunjukkan prestasinya di berbagai bidang. Menurut Aher, beradasarkan hukum sosial, sebuah masyarakat sosial akan bisa muncul dan diakui oleh masyarakat umum tatkala bisa memunculkan persatuan serta pretasinya. “Sebuah masyarakat sosial muncul ke permukaan kalau prestasi kita kemukakan, kebaikan kita perlihatkan. Saya kira kalau kita terus mendorong persatuan masyarakat Jawa Barat, kedepan prestasi pendidikannya, prestasi kesehatannya, prestasi sosialnya, prestas...