Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Inilah Susunan Pengurus DPD PKS Majalengka 2015-2020

Pengurus DPD PKS Kabupaten Majalengka Masa Khidmat 2015-2020 dilantik secara resmi oleh perwakilan dari DPW PKS Jawa Barat yang diwakili oleh ketua Daerah Da’wah IV, Ustad Ruswa. berikut susunan nya. : Ketua Umum                                                        Asep Aminudin Sekretaris Umum                                                 Roni Setiawan Bendahara Umum                    ...

91 Pengurus DPD PKS Kabupaten Majalengka 2015-2020 Resmi Dilantik

Majalengka - Tepat di akhir tahun 2015, Ketua Daerah Dakwah IV DPW PKS Jawa Barat Ruswa melantik pengurus DPD PKS Kabupaten Majalengka, Rabu (30/12). Sebanyak 91 pengurus berikrar setia dan komitmen berkhidmat untuk masyarakat. "Jumlah pengurus lebih dari lima puluh karena kita tak cuma akan mengelola PKS tapi juga masyarakat Kabupaten Majalengka," ujar Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Majalengka Asep Aminudin. Gemuknya strukrur pengurus tersebut mengundang optimisme dari Ruswa. Ia berharap gerak organisasi tetap lincah dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas serta sukses dalam pilkada 2017. "Saya yakin kita akan bisa kembali merebut kemenangan dengan struktur ini," kata Ruswa disambut pekik takbir dari peserta. Acara yang berlangsung di Gedung DPD KNPI itu dimulai tepat pukul 04.30 dan berakhir menjelang Maghrib. Suasana pelantikan penuh semangat, terlebih kemampuan Pembawa Acara Yayat Nurul Hidayat yang mampu mampu mendinamisasi acara dengan kali...

Darurat Kecerdasan Literasi Bagi Kader PKS

Oleh Zico Alviandri    Tanggal 10 Agustus lalu M Sohibul Iman resmi dilantik menjadi Presiden PKS. Bila ia mengemban tugas pembenahan secara holistik atas kondisi internal partai, maka salah satu hal yang harus dibenahi itu mirip sekali dengan cuitannya di media sosial twitter, dua hari sebelum ia dilantik. Pada tanggal 8 Agustus, melalui akun twitternya @msi_sohibuliman ia mengeluhkan ekses melimpahnya informasi yang membuat “kita” (ia gunakan kata kita sebagai ajakan introspeksi) mudah menyebarkan informasi sampah yang disertai cacian. “Melimpahnya informasi kadang bikin kita menjadi seperti orang bodoh. Dengan mudah kita share info-info sampah, bahkan dengan info-info itu kita tebar caci dan fitnah. Boleh jadi ini paradok paling heboh di era medsos: makin melimpah informasi bukan makin bijak dan penuh hikmah tapi makin ceroboh dan tebar fitnah,” begitu tulisnya. “Pada kasus ekstrim, ceroboh dan fitnah bisa timbulkan irreversible damage (kerusaka...