Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Nikmati Jalan Dakwah....

Oleh : Cahyadi Takariawan * Terlalu sering saya sampaikan, agar kita tidak gagal dalam menikmati jalan dakwah. Dalam berbagai forum dan tulisan, saya selalu mengajak dan mengingatkan, agar kita selalu menjadikan jalan dakwah ini sebagai sesuatu yang kita nikmati. Segala renik yang ada di sepanjang jalannya: suka dan duka, tawa ria dan air mata, kemenangan dan kepedihan, tantangan dan kekuatan, sudahlah, semua itu adalah bagian yang harus bisa kita reguk kenikmatannya. Di antara doa yang sering saya munajatkan adalah, “Ya Allah, wafatkan aku dalam kondisi mencintai jalan dakwah, dan jangan wafatkan aku dalam kondisi membenci jalan ini.” Tentu saja bersama doa-doa permohonan lainnya. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang mengurai kembali ikatan yang telah direkatkan, mengungkit segala yang telah diberikan, dengan perasaan menyesal dan meratapi segala yang pernah terjadi di jalan ini. Saya merasa bukan siapa-siapa, dan hanya seseorang yang mendapatkan banyak kemuliaan di jalan ini. Men...

Wow, Dana Amal PKS Setahun Capai Rp 300 Miliar

BANDUNG —- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam setahun mampu mengumpulkan dana amal dari para kadernya sekitar Rp 300 miliar. Dana itu, selain dari pemotongan gaji politisi PKS yang menjadi anggota dewan, juga hasil dari sumbangan simpatisan, serta beragam aktivitas yang digelar partai. “Dana charity kami lebih 300 miliar per tahun. Tapi tidak cukup untuk membiayai roda organisasi PKS,” ujar Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta dalam diskusi 'Partai Politik Masih Perlu Ga Sih? Mencari Akar dan Solusi Korupsi Politik'. Acara tersebut dihelat Harian Republika bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri di Universitas Padjadjaran (Unpad), Ahad (18/3). Menurut Anis, setiap anggota Fraksi PKS DPR, gajinya setiap bulan dipotong Rp 20 juta. Untuk DPRD provinsi dipotong Rp 6 juta per bulan, dan potongan Rp 2 juta per bulan bagi DPRD kabupaten/kota. Adapun kalau kader PKS mendapat honor tambahan, imbuh dia, maka diberlakukan sumbangan absolut kepada partai sebanyak puluhan persen. Mes...

Fahri Hamzah Luncurkan Buku Korupsi di Gedung DPR

KPK Belum Bekerja Sistemik Berantas Korupsi JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah mengatakan, setelah hampir satu dekade KPK berdiri, sudah saatnya melakukan evaluasi mendasar atas kerja yang selama ini semata mendapatkan tepuk tangan publik, namun belum menyentuh persoalan pemberantasan korupsi secara sistemik. Hal itu dikatakan Fahri, saat peluncuran buku ‘Demokrasi, Transisi, Korupsi’, Orkestra Pemberantasan Korupsi Sistemik , Selasa (15/5), di Gedung DPR, Jakarta. “Buku ini saya tulis sebagai pertanggungawaban atas kehebohan yang timbul beberapa bulan lalu ketika saya melontarkan ide pembubaran KPK. Mari kita bubarkan KPK yang tanpa prestasi signifikaan, namun mari kita jaga KPK yang mau belajar dari kesalahan dan melakukan evaluasi diri secara institusional,” katanya. Di dalam buku yang keempatnya sejak menjadi Anggota DPR ini, Fahri menawarkan solusi pendekatan sistemik dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, jangan pandang remeh aspek penceg...

Jalan Panjang Pengedar Narkoba Temukan Komunitas Tarbiyah PKS

Oleh Achmad Siddik Thoha ‏ Perawat Komunitas Pohon Inspirasi dan Petualang di Hutan Nusantara Langit mulai meredup. Sinar jingga mulai menghias di ufuk barat. Aku dan seorang teman petualang perlahan menuju sungai untuk membasuh diri. Hari ini tuntas tugas kami memberikan materi dasar survival di pantai. Kami berdua termasuk panitia yang mendampingi 150-an pemuda dalam kegiatan susur pantai di perbatasan Banten dan Jawa Barat. Sungai kecil di dekat Pantai Citarate Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak sangat nyaman di sore ini. Ternyata beberapa panitia juga mengikuti kami berdua untuk mandi di sepanjang sungai kecil ini. Temanku, sebut saja EM mulai mengambil peralatan mandinya. Aku mendahului EM untuk menyebur ke aliran sungai yang berada hanya 50 m dari pantai. Ketika aku hampir selesai mandi, aku mendekat ke EM. Terkejut bukan kepalang diriku. Kulihat badan EM yang kurus penuh dengan tato. Bagian dadanya terlihat tato bergambar kalajengking sedangkan di punggung kanannya gambar naga ...

Sebuah dialog selepas malam...

“ AKHI , dulu ana merasa semangat saat aktif dalam dakwah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat temyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh." Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada murabbinya di suatu malam. Sang murabbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "Lalu, apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu?" sahut sang murabbi setelah sesaat termenung. “Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan perilaku beberapa ikhwah yang justru tidak islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja..." jawab mad'u itu. Sang murabbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. "Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal meng...

PKS Membuatku Berubah

Sungguh sebuah kesempatan yang teramat indah bisa mengenal dan beraktifitas di partai yang satu ini, ya partai ini adalah “Partai Keadilan Sejahtera” . Partai yang telah memberikan warna tersendiri dalam kehidupan saya saat ini, begitu banyak ilmu, kenangan, dan momen-momen indah yang saya dapatkan melalui PKS. Tidak pernah sebelumnya mempunyai keinginan untuk berkecimpung dalam dunia kepartaian, karena dunia yang satu ini bagi saya sesuatu yang teramat menakjubkan. Dulu saya termasuk orang yang suka menyendiri, dan itu mengasyikkan bagi saya. Tapi setelah mengenal dan beraktifitas didalamnya, ternyata jauh lebih mengasyikan untuk bergabung dengan orang-orang yang punya komitmen yang sama melalui wadah Partai Keadilan Sejahtera. Banyak hal yang saya dapatkan setelah aktif sebagai kader PKS, diantaranya : Bermasyarakat , partai ini mengajarkan saya untuk bisa hidup bermasyarakat dengan baik. Banyak kegiatan yang pada akhirnya membawa saya mengenal banyak daerah-daerah yang sebelumnya be...

Penakluk Ribuan Hati

Kenanganku bersama (alm) Ustadz Nurhuda Trisula Ustadz Nurhuda  & Keluarga (Blitar, 6 Juni 1969 – Balikpapan, 28 Januari 2012) Bagian 1: Kesan Yang Mempesona Aku mengenalnya karena tuntutan. Waktu itu, kelompok pengajianku harus dipindah dan di “pegang” oleh beliau. Aku sebenarnya merasa canggung dan tidak enak hati. Kenapa mesti di pindah?. Kepada siapa lagi aku menghamburkan curhat-curhatku?. Akankah “orang baru” ini akan bosan dan mengantuk mendengar keluhanku?. Akankah guruku nanti ini akan merasa nyaman dengan sifatku yang meledak-ledak, penuh semangat dan selalu saja protes tentang sesuatu?. Aku tak tahu, dan sungguh merasa malas memikirkannya. Pertemuan pertama kami terjadi pada sekitar pertengahan tahun 2002. Waktu itu ba’da subuh. Dan udara begitu dingin. Dalam perjalanan awalku dari bilangan M. Yamin (aku masih tinggal di sekretariat lama KAMMI), aku membatin; “kenapa pertemuannya mesti ba’da subuh? Di udara yang begitu dingin?. Tidak adakah waktu lain?”. Tapi, karena...

Subhanallah, Pedagang Somay Keliling ini Ketua DPRa PKS

“Ane kalau ada sms suka minta tolong temen untuk dibacain” demikian ujar beliau dengan polosnya” Suatu waktu beliau pernah berbicara, kalau ada undangan rapat DPC-DPRa meminta agar tidak melalui sms tapi ditelepon saja. Kami memaklumi hal tersebut mungkin karena faktor usia sehingga beliau tidak begitu jelas untuk membaca tulisan yang kecil-kecil di handponenya. Walau sudah berusia setengah abad lebih, Pak Jaenudin atau yang akrab dipanggil Bang Jay dengan penuh semangat dan dedikasi menerima amanah dari kami untuk menjabat sebagai ketua DPRa (Dewan Pengurus Ranting) Partai Keadilan Sejahtera di desa Kertamukti, kecamatan Cibitung, kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Yang lebih kami kagumi lagi, beliau menjalani amanah Ketua DPRa PKS ini disela-sela kesibukannya mencari nafkah untuk menghidupi dua orang anak dan seorang istri dengan berjualan somay keliling yang dilakoni dari tahun 1990. Amanah ini beliau jalani dengan penuh semangat, ketika taklimat untuk rapat koordinasi itu kami sebar mel...

7 Tanda Kebahagiaan Hidup di Dunia

7 TANDA KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA 1. Qalbun Syakirun 2. Al azwaju shalihah 3. Al Auladun abrar 4. Al bi'atu sholihah 5. Al maalul halalun 6. Tafakuh fiddien 7. Al Umrul Mabruk Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di masjid. Suatu hari ia ditanya oleh para tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) kunci kebahagiaan dunia, yaitu: 1. Qalbun syakirun (hati yang selalu bersyukur) Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat ALLAH SWT, sehingga apapun yang diberikan ALLAH, ia malah terpesona dengan pembe...

Apa Makna Jama’ah?

Oleh: Cahyadi Takariawan Aku ingin menggambarkan makna jama’ah dengan sangat sederhana. Bukan dengan dalil-dalil, karena itu sudah sangat banyak dijelaskan para ulama dan para ustadz. Namun dengan hal-hal praktis yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian. Hal-hal mudah yang bisa kita aplikasikan dalam kegiatan. Dalam Skala Personal Engkau adalah seorang kader dakwah, seorang aktivis. Dalam dirimu teramat banyak potensi yang Allah berikan, alhamdulillah. Dengan berbagai potensi itu engkau bisa melakukan banyak hal, teramat sangat banyak hal. Engkau bisa mengundang banyak orang untuk datang menghadiri kegiatanmu, engkau bisa mengumpulkan banyak khalayak untuk memenuhi undanganmu. Engkau bisa menggelar ribuan acara dengan nama dan potensimu. Engkau bisa mengatakan, “Sendiri saja, aku bisa melakukan semua ini”. Memang bisa, dan sangat mudah bagimu. Namun itu bukan jama’ah. Yang disebut jama’ah adalah ketika engkau tidak bekerja sendirian, kendati engkau sendiri mampu melakukan itu. Yang...

Kontribusikan Semua Potensi untuk Dakwah dan Jama’ah

Oleh: Cahyadi Takariawan “Semua yang dimiliki kader harus bisa dikontribusikan untuk dakwah dan jama’ah. Jika kita punya rumah, harus ada kontribusi rumah untuk kegiatan dakwah dan jama’ah. Jika punya mobil, harus ada kontribusinya untuk dakwah dan jama’ah. Jika punya motor, harus ada kontribusinya untuk dakwah dan jama’ah. Dengan cara itulah kegiatan dakwah akan terus berjalan dengan lancar dan berkesinambungan”, demikian tausiyah dari ustadz Subaryanto, dalam acara Forum Silaturahmi Kader Dakwah Banguntapan, Bantul, DIY, Senin 13 Februari 2012. Tausiyah ini sangat penting dan mendalam. Ada pertanyaan besar yang sering disampaikan orang, mengapa kita bisa memiliki banyak kegiatan, bersambung dari satu kegiatan ke kegiatan berikutnya, seakan tidak pernah berhenti dan istirahat. Pertanyaan mereka lebih ke arah, “Berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk berbagai kegiatan tersebut?” Ternyata kita sendiri bahkan tidak pernah menghitungnya, karena kita melakukan saja, bekerja saja, berkegi...

Pilkada yang Menggerakkan

Oleh Cahyadi Takariawan ___________ “ He tangi, tangi …. iku bosmu sido ndaftar Gubernur Jakarta ! ” Suara melalui handphone itu demikian keras di telinga Yunus, seorang kader di Palu, Sulawesi Tengah. Jam 24.00 WITA, Yunus yang sudah tidur menjadi terbangun karena telpon genggamnya berdering. Rupanya saudaranya dari Banyuwangi menelpon dengan luapan kegembiraan, karena tengah menyaksikan berita di televisi proses pendaftaran Hidayat Nurwahid ke KPUD DKI Jakarta untuk calon Gubernur, berpasangan dengan Didik J. Rachbini. “Alhamdulillah, sampeyan ngerti seko ngendi ?” tanya Yunus. “Mulo ndang tangiyo, aku yo isih nonton tivi, lagi ono beritane bosmu iku…”, jawab saudaranya di Banyuwangi. Yang disebut dengan “bosmu” adalah Hidayat Nurwahid. Keluarga Yunus yang berada di Banyuwangi merasa demikian bersyukur, karena tokoh yang sangat mereka kagumi, Hidayat Nurwahid, mendaftar menjadi calon Gubernur DKI. Sedemikian gembiranya, mereka tidak sabar berbagi, langsung menelpon Yunus yang telah i...