[Taujih Kaderisasi DPP PKS] Sabar Fii Sabilillah

Ketua Bidang Kaderisasi DPP PKS, Ustadz Musyaffa Ahmad Rahim, Lc, MA memberikan taujihnya dihadapan ratusan kader PKS Pekanbaru yg hadir di aula serbaguna Lantai 3 Markaz Dakwah PKS Riau, Jl. Soekarno Hatta, Pekanbaru.

"Pertemuan ini pertemuan luar biasa," ujarnya mengawali ceramahnya.

Setelah menguraikan makna pertemuan kader PKS dalam rangkaian doa rabithoh, Ustadz Musyaffa melanjutkan taujihnya dengan menjelaskan apa yang terjadi pada perang Uhud bukanlah sebuah kekalahan, tetapi adalah musibah fii sabilillah, seperti itu juga PKS memandang apa yg dialami pada Pemilu 2014 ini.

Kemudian beliau melanjutkan taujihnya dengan mengingatkan kepada kader mengenai sikap yang harus dimiliki seorang kader dakwah, yaitu sabar fii sabilillah.

"Asalkan yang terjadi pada diri kader tidak ada wahn. Yaitu mentalitas atau semangat kerja yang menurun di saat yang diinginkan tak tercapai. Kita harus tetap merekrut, membina masyarakat, harus tetap mengadakan baksos, yankes atau semacamnya untuk terus melayani masyarakat, maka obat dari wahn itu adalah sabar fii sabilillah,"tegasnya.

"Setelah ketiadaan sifat wahn, maka kita tidak boleh lemah fisik. Lihatlah sikap tegas Abu Bakar As Siddiq ketika melihat sahabat saat kalah dalam Uhud, ketika tersiar kabar bahwa Rasulullah SAW terbunuh. Yang membuat lemah para sahabat kala itu, dimana Abu Bakar memompa semangat sahabat untuk tidak gentar dan terus berjuang hingga menemui kesyahidan,"lanjutnya.

Kemudian, lanjut beliau, kader PKS  tidak boleh mengalami "istikanah", yang berasal dari kata "sukun". Tidak istikanah adalah tidak sukun, yang artinya tidak mati. Yang bermakna tidak berhenti dalam berjuang, tidak berhenti dalam memperbaiki kondisi ummat. Tetapi kader PKS harus menjadi "harokat" yang jalan terus dan terus bergerak.

Maka lagi-lagi solusinya adalah sabar, yang artinya kita tetap jalan terus. Tidak lemah. Sehingga semoga Allah menyayangi kita yang senantiasa dibalut kesabaran, tutupnya.[def]

sumber: pksmarpoyan.org